Sering Beda Pendapat Dengan Putrinya, Sosok Ini Bongkar Kebiasaan Hari Darmawan Tak Suka Lakukan Ini
Sering Beda Pendapat Dengan Putrinya, Sosok Ini Bongkar Kebiasaan Hari Darmawan, Tak Suka Lakukan Ini
Penulis: Fadhila Rahma | Editor: Fadhila Rahma
Sehari sebelumnya, Jumat malam, sekira pukul 21.00 WIB, Hari Darmawan mengujungi vila miliknya di kawasan Jl Hankam Wira Lokatama, Puncak, Bogor.
Vila tersebut berada di pinggir Sungai Citarum yang saat itu tengah sedang penuh air karena di kawasan itu baru saja turun hujan deras. Diduga Hari terpeleset dan jatuh ke air ketika ingin melihat kondisi Sungai Citarum.
Rizal mengaku terkejut mendengar kabar tersebut.
"Padahal sebulan lalu saya ketemu dengan Om Hari di rumah orangtua saya di Panakkukang, Makassar. Seperti biasa, banyak nasihat yang dia berikan terutama terkait pengembangan bisnis," ujarnya.
Rizal mengenang, sejak ia masih belajar dunia bisnis, Hari salah seorang gurunya.
"Om Hari kalau ke Makassar pasti beri motivasi, inspirasi, dan masukan untuk menjadi pengusaha sukses," ujar suami Liliana Margo itu.
Tak salah bila Rizal menjadikannya guru.
Hari sudah melalang buana bahkan melahirkan ritel fashion sekelas Matahari. Rizal juga mengungkapkan fakta mengejutkan.
Meski punya harta melimpah, Hari Darmawan ternyata tak suka menghabiskan uang menginap di hotel.
"Om saya itu lahir di Makassar, tetapi besar di luar. Setiap balik ke Makassar, om tidak tinggal di hotel. Selalu di rumah orang tua saya," kata lelaki yang aktif dengan kegiatan sosial, donor darah itu.
Rumah orang tuanya sederhana, namun Hari tetap setia untuk inap.
"Kapan pun ia datang ke Makassar pasti ke rumah. Di rumah ia banyak cerita. Saya pasti datang kalau om ke rumah," ujar ayah tiga anak itu.
Ia begitu takjub dengan Hari. Bayangkan hingga usia hampir 80 tahun, ia masih memimpin rapat.
"Ia tidak mengarahkan teknis, hanya menyulut semangat karyawan-karyawannya. Ia dikenal ramah dan suka membantu," kata Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Makassar itu.
Baginya, Pak Hari sangat baik, smart, punya visi, beliau sangat baik. Tidak pendendam, emosinya tak ada, seorang pemimpin, ia sangat kehilangan.
Bahkan Rizal melihat sosok Hari tidak pelit untuk berbagi ilmu. Bahkan kepada pesaing-pesaingnya. Hari Darmawan selalu memberikan ilmu bila mendapatkan sesuatu baru dari luar negeri.
"Tidak sungkan untuk membagi ilmu. Bila beliau dari luar dan mendapatkan sesuatu, ia akan mengumpulkan kami untuk berikan miles-miles. Ia juga orangnya terbuka dan tak mau menang sendiri," katanya.
Mendengar Hari tutup usia Rizal masih merasa tak percaya. "Memang Om Hari punya riwayat penyakit jantung. Namun 10 tahun lalu sudah dioperasi dan berhasil. Berita ini membuat kita shock. Saya masih belum percaya, namun inilah adanya," ujar lelaki kelahiran Makassar itu.
Ia pun berharap dan berdoa, agar Hari bisa istirahat tenang dan menghadap kepada Tuhan di surganya.
Dimakamkan
Jenazah Hari Darmawan bakal dikremasi di Bali bukan karena wasiat dan keinginan almarhum.
Keluarga Hari memutuskan membawa jenazah ke Bali karena sebelum meninggal di Sungai Citarum, Puncak, Bogor, Jumat (9/3), almarhum memang berniat pergi ke rumahnya di Bali.
"Itu tidak langsung dalam bentuk wasiat tapi memang pada hari Sabtu (10/3/2018), almarhum rencananya akan kembali ke Bali untuk berkumpul bersama keluarga. Namun beliau terlebih dahulu berpulang. Beliau meninggalnya pada Jumat malam," ujar Roy Nikolas Mande, ketika ditemui di Rumah Suka Duka Kertha Semadi, Jl Cargo Permai No 109, Denpasar Utara, Minggu (11/3/2018).
Roy Nikolas menambahkan kremasi dilakukan di Bali juga karena Hari Darmawan mempunyai keluarga yang banyak tinggal di Bali.
"Pilihan di Bali karena rumah almarhum ada di Bali dan bersama keluarga juga sudah lama tinggal di Bali. Tentunya keluarga juga menginginkan untuk dikremasi di Bali," jelasnya.
Keluarga almarhum menyatakan tidak perlu dilakukan autopsi terhadap jenazah Hari.
Keluarga meyakini Hari terkena serangan jantung sesaat sebelum terpeleset dan tercebut ke Sungai Citarum di dekat vilanya.
"Kami melihat tidak perlu dilakukan autopsi karena ini suatu keputusan keluarga. Pihak keluarga menginginkan supaya cepat dikremasi. Saat itu almarhum sedang dalam kondisi tidak enak badan dan keluarga memperkirakan terkena serangan jantung," ujar Roy Nikolas.
Roy menambahkan saat Hari Darmawan sedang berada di vilanya, mendadak terkena serangan jantung dan terpeleset. Kejadian berlangsung menjelang tengah malam sehingga jenazah korban baru ditemukan keesokan harinya.