Ragamku

Sedang Hamil Anak Kembar! Ini Yang Harus Diketahui Seorang Ibu

Hamil anak kembar merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Kabar itu tentunya akan disambut penuh kegembiraan oleh seluruh

Editor: Bedjo
MDSPA.CA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Hamil anak kembar merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Kabar itu tentunya akan disambut penuh kegembiraan oleh seluruh keluarga besar.

Tapi, ada hal yang perlu mengingat. Bagi seorang ibu, punya anak kembar berarti akan memiliki tugas dan tanggung jawab berlipat ganda.

Berita Lainnya:  Nenek 70 Tahun Ini Hamil & Lahirkan Bayi Kembar, 4 Tahun Kemudian Ini yang Terjadi pada Bayinya!

Hamil anak kembar juga tidak sama dengan hamil anak tunggal. Kebutuhan perempuan dengan kehamilan kembar akan meningkat, termasuk risiko yang kemungkinan terjadi.

Dilansir dari boldsky.com, kehamilan anak kembar terjadi lebih dari 3 dari setiap 100 kehamilan. Statistik ini makin meningkat dengan semakin banyak anak kembar yang lahir setiap tahunnya.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui jika sedang hamil anak kembar.

1. Usia menjadi faktor pada kehamilan anak kembar
Kehamilan sangat bergantung pada berbagai faktor, salah satunya yaitu usia. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa begitu perempuan melewati usia 30-40 tahun, akan sulit untuk hamil kembar.

Ironisnya, kemungkinan kehamilan kembar juga meningkat saat perempuan berusia lebih dari 30-40 tahun. Hal ini disebabkan kenyataan bahwa seiring bertambahnya usia, ovulasi menjadi tidak menentu.

Moms bisa saja berovulasi dengan dua folikel dalam siklus yang sama, sehingga jika terjadi pembuahan, Moms akan memiliki kehamilan kembar.

2. Peningkatan kebutuhan asam folat
Perempuan hamil diminta untuk minum pil asam folat agar membantu mencegah cacat pada janinnya.

Saat hamil kembar, dokter akan meminta si ibu untuk mengonsumsi lebih banyak asam folat dibanding perempuan yang mengandung satu bayi.

Perempuan yang hamil dengan satu bayi akan diminta untuk mengkonsumsi 0,4 miligram asam folat dalam sehari, sedangkan yang hamil anak kembar dapat diminta untuk mengonsumsi sampai 1 miligram asam folat sehari.

3. Seorang ibu harus menghadapi lebih banyak pengujian
Dokter akan meluangkan lebih banyak waktu untuk memeriksa Anda ketika diketahui sedang hamil anak kembar.

USG juga akan memakan waktu lebih lama ketimbang saat melihat bayi tunggal. Sayangnya, ini memberikan risiko ekstra juga.

Risiko keguguran meningkat pada kehamilan kembar saat prosedur amniosentesis dilakukan, yaitu prosedur prenatal untuk memeriksa apakah ada kelainan janin (cacat lahir) pada janin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved