Desakan Ekonomi, IRT Cantik di Muba Jadi Pengedar Ekstasi

Sementara, Husma, mengakui bahwa barang tersebut benar miliknya iaSementara, Husma, mengakui bahwa barang tersebut benar miliknya ia

Desakan Ekonomi,  IRT Cantik di Muba Jadi Pengedar Ekstasi
SRIPOKU.COM/Fajeri
Tsk ekstasi 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Besarnya kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni Husma Elpita (33) warga Kelurahan Keluang Kecamatan Keluang, Muba.

Membuat dirinya harus berprofesi sebagai penjual narkoba, akibat profesi yang digelutinya tersebut pelaku diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Keluang, Minggu (25/2/18) sekitar pukul 00.30 WIB.

Penangkapan sendiri dipimpin langsung oleh Kapolsek Keluang Iptu Sapta dan Kanit Reskrim Ipda Muhaimin, sebelum dilakukan penangkapan oleh tim pihaknya terlebih dahulu mendapatkan informasi bahwa ada seorang IRT yang diduga hendak menjual narkoba jenis ekstasi.

Laporan yang diterima tersebut langsung didalami, dan berdasarkan informasi pelaku diduga hendak menjual ekstasi di desa Mekar Jaya.

Pelaku yang diamankan langsung dilakukan penggeledahan badan bertempat dirumah Kepala desa Mekar Jaya dengan bantuan Ibu Kades.

Pada penggeledaha yang dilakukan pada tas slempang ditemukan extasy 4 butir dan ditangan kanannya ditemukan extacy sebanyak 2 (dua) butir serta disaku celana ditemukan uang hasil penjualan extacy sebesar Rp. 1.2 juta.

"Tersangka ini merupakan target operasi (TO) kita, karena telah banyak laporan yang diterima bahwa pelaku ini sudah meresahkan.

Pelaku kita amankan diduga setelah menjual ekstasy dimana kita menemukan sejumlah uang di saku celana,"kata Kapolsek Iptu Sapta, Minggu (22/2/18).

Berdasarkan keterangan pelaku bahwa barang tersebut memang benar miliknya, dan berdalih untuk karena desakan ekonomi melakukan hal tersebut.

"Tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Keluang, selanjutnya dilimpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Muba guna penyidikan lebih lanjut,"jelasnya.

Sementara, Husma, mengakui bahwa barang tersebut benar miliknya ia menjual ekstasy karena desakan ke kebutuhan ekonomi.

"Uang hasil penjualan untuk tambah-tambah keperluan sehari-hari pak, sisanya beli barang lagi,"ujarnya singkat

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved