Gong Xi Fa Cai 2018, Bukan untuk Ucapan Selamat Tahun Baru, tetapi Lebih untuk Doa
Ternyata jika ditelusuri dengan cara seksama, kita kerap keliru menempatkan ucapan tersebut.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM-Sejumlah orang-orang non etnis Thionghoa kerap mengucapkan kata-kata Gong Xi Fa Cai 2018.
Bahkan tidak ketinggalan Mahfud MD di mana ucapakan itu kemudian mendapatkan kritik dari netizen.
Namun bahasan kali ini bukan dalam konteks boleh atau tidak umat Islam menguncapkan kata-kata itu, tetapi lebih kepada makna sesungguh dari kata kunci Gong Xi Fa Cai.
Ternyata jika ditelusuri dengan cara seksama, kita kerap keliru menempatkan ucapan tersebut.
Padahal makna sebenarnya lebih kepada doa untuk orang yang menerima ucapan itu, bukan untuk memberikan ucapan selamat Imlek dan lain sebagainya.
Nah, kali ini, kita akan mencoba menelusuri apa makna kata-kata yang kini menjadi kata kunci paling dicari di mesin google searches Google Trends Indonesia, Kamis (15/2/2018) hingga Jumat pagi ini.
Seperti dikethaui, pada Jumat (16/2/2018) hari ini, masyarakat Tionghoa di dunia, termasuk di Indonesia sedang merayakan tahun baru berdasarkan penanggalan China.
Mereka merayakan semuanya dengan penuh kegembiraan.
Seperti diketahui, Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: pinyin: zheng yue) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama).
Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chuxi yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.
Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2017 masehi "Tahun Tionghoa" dapat jadi tahun 4715, 4714, atau 4654.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas.
Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Maka itu, para Netizen khususnya tweeps ramai-ramai mengucapkan selamat atas perayaan Tahun Baru Imlek 2018 atau Tahun Anjing Tanah. Bahkan menjadi tagar yang sangat populer untuk saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-imlek_20180215_214523.jpg)