Modifikasi Boleh, Keamanan Tetap Utama
Sayangnya, modifikasi yang mulanya bertujuan membuat kendaraan sedap dipandang juatru mengurangi tingkat keamanannya.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Refli Permana
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kendaraan ceper, velg yang lebih kecil dari saat beli, atau menghilangkan spare part yang sudah ada pada kendaraan kerap dilakukan pecinta modifikasi.
Sayangnya, modifikasi yang mulanya bertujuan membuat kendaraan sedap dipandang juatru mengurangi tingkat keamanannya.
Mencegah hal yang tidak-tidak, kendaraan dengan amat terpaksa tak bisa melintas di sembarang medan.
Poin penting ini sudah menjadi acuan pecinta modifikasi, termasuk di Palembang.
Sadar mobil atau motor yang dimiliki merupakan kendaraan sehari-hari, tentu ada batasan ketika memodifikasi supaya mobil tak banyak 'tingkah'.
Atau, menambah sesuatu untuk menutupi kekurangan akibat modifikasi menjadi solusi lain yang biasanya terpatri di benak pecinta modifikator.
Adit salah satunya, yang mengubah ukuran motornya menjadi ceper.
Ini ia lakukan supaya sesuai dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu tinggi.
Ia melengkapi motornya dengan shock braker pilihan sendiri supaya sesuai dengan ukuran motor sehingga tak rusak ketika melintas di jalanan berlubang.
"Ada juga pelindung mesin kalau-kalau terpaksa melintas di jalanan tergenang air.
Kalau tidak begini, motor tak bisa sembarang dibawa kemana-mana," kata pengendara Yamaha Vixion ini, Selasa (16/1/2018).
Roda tak luput dari mata pecinta modifikasi motor. I
kbal salah satunya, yang memilih roda ukuran kecil di matic tercintanya.
Hanya saja, ia tetap memakai velg dengan ukuran standar demi membuat motornya bisa melintas di beragam medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/seorang-cewek-duduk-di-motor-yang-sudah-dimodifikasi_20180116_151855.jpg)