Breaking News:

Pembangunan PLTU Sumsel I Mencemari Kebun Sawit dan Merusak Anak Sungai

Dahulu sebelum ada pembangunan PLTU Sumsel I, kebunnya tidak pernah terendam karena ada anak sungai Uluan Batu Besi

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak kebun sawit milik Lin Swiking yang terendam banjir akibat dampak pembanguan PLTU Sumsel I oleh PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia (SGLPI) dari China. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -Proyek pembangunan PLTU Sumsel I yang dikerjakan oleh PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia (SGLPI) dari China, dikeluhkan masyarakat Desa Tanjung Menang.

Pasalnya selain telah merusak dan mencemari kebun warga, juga di dalam proses pembebasan lahan masih bermasalah.

Hal tersebut terungkap dalam rapat penyelesaian Dampak Lingkungan dan Sengeketa Lahan Masyarakat Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, di ruang rapat Serasan III Pemkab Muaraenim, Selasa (9/1/2018).

Dalam rapat tersebut dipimpin oleh Asisten I Pemkab Muaraenim HM Teguh Jaya dan instansi terkait, Herida dari PT SGLPI, Guo Xiao Kun dan Sean Yu dari PT SDEPCI.

Sedangkan dari warga Desa Tanjung Menang dihadiri oleh Lin Swiking lahan yang tercemar dan Lisna Yuniar lahan yang belum diganti rugi serta didampingi LSM Sigap Sumsel Suhaimi Dahalik.

Menurut Lin Swiking, bahwa kebun sawit dan karet miliknya yang tercemar oleh lumpur dan terendam air sekitar lima hektar.

Dahulu sebelum ada pembangunan PLTU Sumsel I, kebunnya tidak pernah terendam karena ada anak sungai Uluan Batu Besi yang bermuara ke Sungai Emburung.

Namun sejak ada PLTU Sumsel I, anak sungai tersebut ditutup oleh perusahaan sehingga air tidak mengalir dan mengenangi perkebunan warga.

Akibatnya warga kesulitan ke kebun baik untuk memanen, memupuk dan sebagainya karena dipenuhi lumpur dan tergenang air.

"Ini sudah berlangsung hampir satu tahun sejak pembangunan PLTU tersebut," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved