Ini Keterangan Lengkap Polisi tentang Kecelakaan Speedboat Awet Muda di Banyuasin

Sehari sebelumnya, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban di Tanjung Seri Bagan 13 Banyuasin, Sumatera Selatan.

Penulis: Rangga Erfizal | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Jenazah Mulyono (36) korban speedboat karam yang dihempas oleh ombak di Perairan Tanjung Seri,, Banyuasin Sumatera Selatan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kepolisian Polda Sumatera Selatan merilis hasil autopsi sekaligus menyerahkan dua jenazah kepada keluarga, Kamis (04/12/2017) di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Sehari sebelumnya, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban di Tanjung Seri Bagan 13 Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menurut Wakapolda Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno yang ditemui saat penyerahan jenazah, data awal yang diterima oleh kepolisian dan data jenazah ternyata memiliki kecocokan.

“Dari kecocokan data, baik tinggi badan, dan dan tanda yang dimiliki kedua korban, memiliki kecocokan,” ujarnya.

Istri korban yang bernama Leni terlihat histeris dan harus dibantu oleh dua orang saat akan melakukan penyerahan jenazah di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang.
Istri korban yang bernama Leni terlihat histeris dan harus dibantu oleh dua orang saat akan melakukan penyerahan jenazah di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

===

Diketahui saat jenazah atas nama Mulyono (36) dan Bunga (9) selesai diperiksa, keduanya langsung diserahkan ke pihak keluarga.

Saat penerimaan jenazah, Leni, istri korban, yang didampingi oleh dua polisi wanita langsung langsung lemas dan sempat pingsan saat akan menerima jenasah kedua orang yang dicintainya.

Sementara itu Bimo yang meninjau langsung ke tempat kejadian mengatakan jika tim gabungan masih akan terus berusaha mendapatkan korban yang belum ditemukan.

Saat ini 11 orang belum diketemukan.

Baik anggota maupun tim masih akan standby di lapangan selama 7 hari mulai dari hari ini.

Istri korban yang bernama Leni terlihat histeris dan harus dibantu oleh dua orang saat akan melakukan penyerahan jenazah di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Istri korban yang bernama Leni terlihat histeris dan harus dibantu oleh dua orang saat akan melakukan penyerahan jenazah di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

===

Masih menurut Bimo, kesulitan evakuasi dikarenakan akibat cuaca yang buruk dan banyaknya pohon bakau.

“Sejauh ini tidak ada indikasi kelalaian, namun faktor cuaca menjadi salah satu penyebab speedboat Awet Muda karam.”

”Kemungkinan gelombang air menghanyutkan atau tersangkut di akar pohon,” ungkap jendral bintang satu tersebut.

Wakapolda Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno memberikan keterangan setelah mengecek lokasi kejadian.
Wakapolda Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno memberikan keterangan setelah mengecek lokasi kejadian. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

===

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved