Restoran Mewahnya Didatangi Pria Tua, Pramusaji ini Malah Mengusir, Besoknya Kena Karma
Kalimat ini berarti kita tidak dapat menggunakan penampilan luar seseorang untuk menilai kebajikan orang itu.
Penulis: Ahmad Sadam Husen | Editor: Ahmad Sadam Husen
Suatu hari saat bekerja, Ani harus bertemu dengan seorang petani tua.
Petani ini mengenakan pakaian yang sangat sederhana.
Namun dengan entengnya Ani justru meremehkan pria itu.
Mengingat bahwa pria tua ini mungkin baru saja datang dari sebuah rumah di pedesaan, dia pasti tidak memiliki uang.
Ani berpikir, jangan-jangan petani ini hanya ingin makan gratis.
===
Karena juga merasa penasaran, Ani segera menghampirinya.
Pria itu segera berkata, “Beri saya segelas air putih dulu, saya haus.”
Ani menjawab “Di sini tidak ada air putih, hanya anggur dan minuman. Jika Anda tidak mau memesan, silahkan segera pergi!”
“Saya sangat haus, tolonglah, saya hanya ingin minum dulu, setelah itu saya baru memesan makanan,” kata pria tua.
“Anda tidak akan mampu membayar makanan dan minuman disini, jangan buang waktu kami, pergilah!” kata Ani keras.
Pria itupun berdiri, dan sebelum pergi, dia berkata, “Lakukan apapun yang perlu anda lakukan untuk memberi diri Anda sedikit waktu istirahat. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk saling melihat nanti.”
Kata-kata pria tua itu sangat berarti, tapi Ani tidak mengerti arti kalimatnya saat itu.