Boleh Percaya Boleh tidak. Setelah Dua Anaknya Mimpi Giginya Patah, Pria Ini Tewas Secara Tragis
Kejadiannya cepat pak, kami melihat korban yang sudah bersimbah darah langsung melarikan korban ke RS AK Gani
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nasib malang dialami Surya (47), warga Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Kota Baru No 193, RT 05, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.
Surya meregang nyawa di dalam becak setelah ditusuk orang tak dikenal saat sedang mangkal di kawasan Jalan Masjid Lama, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, Senin (18/12/2017) sekitar pukul 23.00.
Warga Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Kota Baru No 193, RT 05, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II, Palembang, ditusuk di bagian paha dalam sebelah kanan dan luka lecet di bagian pipi sebelah kanan.
Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, kejadian bermula pada hari Senin (18/12/2017) sekitar pukul 23.00.
Baca: Tabrak Fuso Parkir Saat Hujan Deras, Dua Remaja di Prabumulih Tewas Mengenaskan
Baca: Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan di Tepi Jalan Sudirman Prabumulih
Baca: Tewas Mengenaskan Ditangan Suami. Kakak Dokter Lety Ungkap Kelakuan Helmi Selama Ini
Saksi AR melihat korban sedang berkumpul di TKP bersama beberapa orang yang tak diketahui.
Kemudian tak lama AR melihat korban yang sedang duduk di dalam becak ditusuk oleh pelaku yang tak dikenal kemudian pelaku tersebut langsung melarikan diri.
Melihat korban bersimbah darah dan tergeletak, warga yang melintas di TKP (Tempat Kejadian Perkara) berinisiatif membawa korban ke RS AK Gani dengan menggunakan becak milik korban.
"Kejadiannya cepat pak, kami melihat korban yang sudah bersimbah darah langsung melarikan korban ke RS AK Gani," ungkap AR, saksi mata.
Namun, meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ketika diperiksa oleh dokter jaga korban sudah dalam keadaan meninggal dunia karena kehabisan darah, kemudian piket RS DR AK Gani menghubungi Polresta Palembang.
Memo (20) anak korban mengatakan, almarhum ayahnya berpropesi sebagai tukang becak yang sering mangkal di Pasar 16 Ilir sambil mencari rongsokan di lokasi.
Baca: Tragis! Lindungi Adik Hendak Diperkosa, Bocah 8 Tahun Ini Tewas Mengenaskan, Pelakunya Ternyata
Baca: Astaghfirullah, Sudah Sakit-sakitan, Nenek 100 Tahun Tewas Usai Diperkosa Pemuda Mabuk
Baca: Miris, Dalam Kondisi Mabuk, Gadis Ini Diperkosa Dengan Memakai Benda Asing
"Namun saya tidak tahu siapa yang sudah berbuat itu kepada ayahnya saya. Setahu saya ayah tak memiliki musuh dan masalah," ujar Memo.
Menurut Memo, dia mendapatkan kabar ayahnya meninggal sekitar pukul 03.00 dari kakaknya.
"Semalam saya tidur di rumah teman tidak jauh dari rumah dan dikabari kalau bapak meninggal ditusuk orang. Lalu saya ke rumah sakit untuk melihat ayah saya," katanya sambil menangis.
Baca: BREAKING NEWS : Suami Tega Tusuk Dan Gorok Leher Istri di Pasar Muara Beliti
Baca: Sadis! Pelaku Begal di Palembang Tusuk Kepala Ibu Rumah Tangga Karena Mempertahankan Motornya
Baca: Suami Tertusuk Besi Karena Sulap Gagal Demian. Sedang Hamil Istri Edison Malah Bilang Begini!
Memo tidak menyangka kalau ayahnya akan pergi meninggalkan keluarga dengan tragis.
Namun dua adiknya beberapa hari sebelum ayahnya meninggal pernah bermimpi patah gigi dan melihat bayangan bapaknya di kamar mandi.
"Kami berharap pelaku cepat ditangkap dan mendapat hukuman setimpal," harap Memo.
Ahli Forensik, Dr Indra menerangkan, berdasarkan hasil visum luar di paha sebelah kanan korban ditemukan luka yang menyebabkan pembuluh darah besar robek yang menyebabkan korban banyak kehilangan darah.
"Untuk luka-luka di bagian tubuh lain ada tetapi hanya luka lebam saja seperti di bagian pipi dan ada beberapa luka lainnya," katanya.
KA SPK, Ipda Bambang, setelah mendapat informasi tersebut bersama anggota Ident Inafis Polresta Palembang, langsung mendatangi lokasi kejadian dan menuju RS AK Gani, untuk melakukan olah TKP dan Visum.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi di lapangan untuk melakukan penyelidikan dan nantinya kasus ini akan ditindaklanjuti oleh unit reskrim Polresta Palembang," tegas Bambang.
=============
Yuli Tewas dengan 21 Tusukan di Sekujur Tubuh. Mengerikan!
Peristiwa pembunuhan keji terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), TKP Dusun satu Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, korban tewas diketahui bernama Yuli (34), yang tercatat warga Desa Sungai Pinang Satu Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.
Ia tewas mengenaskan dengan puluhan luka tusuk di sekujur tubuh.
Pelaku berjumlah tiga orang yang tak lain merupakan warga Dusun sebelah di Kecamatan Sungai Pinang.
Usai menghabisi nyawa korban, satu orang pelaku pembunuhan diketahui bernama Yusuf (20), berhasil diamankan petugas unit Reskrim Polsek Tanjung Raja yang langsung dipimpin Kapolsek AKP Arfanold Amri SH.
Sedangkan dua orang pelaku lainnya yang masih buron yakni inisial As (34) dan inisial Ar (30), tengah dalam pengejaran polisi.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti motif pembunuhan yang dilakukan oleh tiga pelaku yang masih tergolong adik-beradik itu.
Namun, dugaan awal motif pembunuhan dilatar belakangi masalah dendam antara korban dan keluarga pelaku pembunuh.
Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa pembunuhan itu berawal usai korban Yuli (34), hendak pulang ke rumahnya dari bermain bola bilyard, Rabu malam (6/9/2017) pukul 21.00, di Dusun satu Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.
Barulah beberapa saat berjalan dan melintasi depan rumah pelaku, korban Yuli bertemu dengan tiga orang yakni tersangka Yusuf, inisial As dan Ar.
Ketiga pelaku pembunuhan tersebut sebelumnya telah menunggu kedatangan korban dan berencana hendak menghabisi nyawa korban.
Saat bertemu, salah seorang pelaku bernama Yusuf (20) langsung menghampiri korban Yuli dan seketika melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kayu balok secara berulang-ulang.
Korban pun tak menyangka bila hendak dihabisi sehingga dia tak sempat memberikan perlawanan.
Saat korban terjatuh, tersangka Yusuf langsung menunggangi tubuh korban yang terjatuh dan menusuk korban menggunakan pisau secara membabi-buta dengan dibantu oleh kedua tersangka yang masih buron yakni inisial As (34) dan inisial Ar (30).
Akibat perkelahian yang tak seimbang itu, akhirnya korban pun tewas mengenaskan di-TKP dengan penuh luka tusuk di sekujur tubuh yakni sebanyak 21 liang.
Luka tusuk yakni dua luka tusuk di bagian leher kanan, satu luka tusuk di leher sebelah kiri, dua luka tusuk pada pangkal leher, satu luka tusuk pada pipi sebelah kiri, satu luka tusuk pada bagian kepala atas, dan dua luka tusuk pada kepala bagian belakang.
Kemudian dua luka tusuk pada leher bagian belakang, lima luka tusuk pada bagian punggung kiri dan satu luka tusuk di pinggang sebelah kiri, satu luka tusuk di tangan bagian dalam sebelah kiri.
Tak hanya di situ. Masih ada lagi satu luka tusuk di punggung sebelah kanan, satu luka tusuk pada bagian paha sebelah kiri, satu luka tusuk di paha sebelah kanan, serta satu liang luka tusuk di lengan belakang tangan kanan.
Usai menghabisi nyawa korban yang dalam posisi bersimbah darah, ketiga pelaku langsung pergi.
Melihat situasi itu, warga yang lain tak sempat memberikan pertolongan.
Barulah, setelah pelaku pergi, sejumlah warga setempat langsung berupaya menyelamatkan tubuh korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun, akibat mengalami luka serius di sekujur tubuh.
Akhirnya nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi. Ia pun tewas di-TKP.
Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja untuk dilakukan visum "et revertum".
Usai dilakukan visum, oleh pihak keluarga, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Pinang satu Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI untuk disemayamkan.
Kapolres OI AKBP M Arief Rifai SIk melalui Kapolsek Tanjung Raja AKP Arfanold Amri SH menerangkan, salah satu pelaku pembunuhan saat ini sudah diamankan.
"Tersangka Yusuf (20), kita tangkap saat sedang berada di rumah keluarganya di Desa Pinang Mas. Ia diciduk tanpa perlawanan," terang Kapolsek Tanjung Raja, Kamis (7/9) seraya menyebut kedua tersangka yang lain masih dalam pengejaran.
Selain memgamankan satu dari tiga pelaku pembunuhan, lanjut Kapolsek di-TKP pihaknya juga menyita barang bukti berupa satu buah kayu balok ukuran 5 x 7 cm dengan panjang 60 cm.
Kayu balok tersebut masih dalam kondisi berlumuran darah, sebilah pisau bergerigi panjang 25 cm tanpa sarung bergagang kayu milik tersangka Yusuf, sebilah parang panjang tanpa gagang, kain sarung warna hijau milik korban, pakaian milik korban serta satu unit sepeda motor jenis Honda Vario warna merah lis kuning bernopol BG 4607 TR.
Saat disinggung mengenai motif pembunuhan, diterangkan AKP Arfanoldi, diduga peristiwa pembunuhan tersebut dilatar belakangi dendam lama.
"Dari pengakuan tersangka yang diamankan, korban pernah melakukan pembunuhan terhadap orang tua pelaku pada tahun 2011 silam.
Akan tetapi, saat ini kita masih mendalami motif pembunuhan dengan melakukan upaya penyidikkan. Tersangka kita jerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan," tegas AKP Arfanold Amri SH.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mayat-suhanto-bin-dari-45-warga-desa-martapura_20161005_162031.jpg)