Ini 9 Lokasi Penemuan Harta Karun Terpendam di Indonesia, Salah Satunya di Palembang

Potensi Indonesia sebagai lokasi pundi-pundi tersembunyi mengundang sejumlah pemburu harta untuk datang dan mencari peruntungan.

Tayang:
Penulis: Tresia Silviana | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM
Ilustrasi -- Puluhan warga berburu harta karun di aliran Sungai Komering, Jumat (24/10/2014). Sebelumnya ditemukan ribuan keping koin kuno di lokasi tersebut. 

 
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Tresia Silviana

SRIPOKU.COM - Nusantara tak hanya punya sejarah panjang tetapi di dalam bumi dan lautnya juga terkandung harta karun berlimpah, kekayaan alam maupun tinggalan peradaban masa berupa emas, perhiasan, artefak, koin, dan benda berharga lainnya. 

Potensi Indonesia sebagai lokasi pundi-pundi tersembunyi mengundang sejumlah pemburu harta untuk datang dan mencari peruntungan. 

Mereka menyibak lautan dan menyisir daratan untuk mencarinya. 

Dibalik itu ternyata, Indonesia punya puluhan lokasi harta karun yang berada ditengah-tengah mitos dan fakta.

Nah ini, beberapa harta karun yang telah ditemukan di Indonesia.

1. Harta karun yang diduga berasal dari Dinasti Fatimiyah, ditemukan di perairan antara Pulau Jawa dan Kalimantan

.
. ()

Jauh di tahun 2004, pecinta harta karun juga dihibur dengan penemuan kapal Tiongkok yang tenggelam lebih dari 1000 tahun lalu di 120 km dari pelabuhan Cirebon. 

Bangkai kapal ternyata menyimpan harta berupa 270 ribu kristal, permata, keramik, porselen, mutiara, dan emas. 

Evakuasi dilakukan oleh kolaborasi antara dua perusahaan, yaitu Cosmix Underwater Research Ltd dan PT Paradigma Putra Sejahtera. 

Di antara benda yang ditemukan, ada juga batu yang diduga milik Dinasti Fatimiyah. 

Dinasti Fatimiyah ini pernah mengklaim mereka sebagai keturunan langsung dari putra bungsu Nabi Muhammad SAW.

2. Gunung Salak ​yang konon katanya menyimpan harta karun Belanda

.
. ()

Tak hanya dikenal angker dalam dunia penerbangan, Gunung Salak juga dikenal angker oleh warga sekitar. 

Mitos tentang harta karun ini beredar turun temurun di antara penduduk lereng Gunung Salak. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved