Harmoko Mantan Menteri Penerangan Era Soeharto Datang ke Palembang, Ini yang Dilakukannya
Harmoko mengatakan ada tiga tanggungjawab yang dimiliki seorang wartawan dalam mencari dan menyiarkan berita.
Penulis: Tresia Silviana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siapa yang tak kenal dengan mantan Menteri Penerangan di era Presiden Soeharto Ini.
Dia-lah Harmoko merupakan politikus Indonesia yang pernah menjabat Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie.
Harmoko juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.
Setelah 10 tahun lamanya tak berkunjung ke Palembang, akhirnya Sabtu (28/10/2017) Harmoko berkunjung ke Palembang guna menghadiri Dies Natalis ke-50 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Stisipol Candradimuka Palembang.
Sebagai bentuk penghargaan kepada Harmoko, Pihak Stisipol Candradimuka memberikan lukisan kepada Harmoko.
Lukisan tersebut diberikan PWI Sumsel kepada H Harmoko.
H Harmoko melalui asisten pribadinya M Djoko Yuwono menyampaikan terimakasihnya kepada pihak Stisipol Candradimuka karena memberikan lukisan dan masih mengingat beliau sebagai tokoh nasional maupun sebagai wartawan senior.
"Diserahkannya lukisan tersebut kepada PWI Sumsel, Harmoko berharap semoga PWI Sumsel menjadi lebih baik dan lebih profesional lagi," ujar Djoko saat ditemui di Hotel Aston Palembang, Minggu (29/10/2017).
H Oktap Riady Ketua PWI Sumsel mengatakan bahwa ia sangat terkejut, siapa yang tak kenal dengan pak Harmoko, di umur yang ke-79 tahun mendapatkan penghargaan dan masih ingat kepada PWI Sumsel.
"Ini merupakan suatu kebanggaan dan semoga dengan adanya ini memberikan inspirasi bagi wartawan Sumsel dan PWI," ujarnya.
Telah lama menghilang, ternyata masih banyak kegiatan-kegiatan Harmoko yang tak diketahui banyak orang diantaranya masih mengurusi kebudayaan, memimpin beberapa yayasan yang didirikannya, mengembangkan kebudayaan nusantara, safari ramadhan, ziarah keberbagai tempat, menjadi pembicara di kampus-kampus dan komunitas kebudayaan.
"Harmoko juga masih aktif mengisi kolom Kopi Pagi di harian Pos Kota," ucapnya.
Ada empat pesantren yang didirikan oleh Harmoko yaitu, Pesantren Hanajaraka, Pesantren Al Barakah, Pesantren Lailatul Qodar dan Pesantren Fajar Dunia.
"Setiap anak-anak didik di pesantren jika ada bakat tertentu harus benar-benar dikuasai, misalnya berbakat menjadi dalang atau penyanyi harus menjadi dalang dan penyanyi nasional yang profesional," katanya.
Sebagai mantan ketua MPR Harmoko mengungkapkan perasaannya terhadap situasi politik yang ada di Indonesia saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/h-harmoko_20171029_190720.jpg)