Calon Gubernur Sumsel Ini Inginkan Desa Ramah Teknologi Informasi

"Program internet desa ini bisa digunakan untuk memberikan informasi sekitar potensi desa.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Herman Deru 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bacagub Sumsel H Herman Deru mengatakan jika internet benar-benar bisa dioptimalkan, desa pun bisa mengalami perkembangan yang pesat tanpa mengurangi cita rasa budaya yang ada.

"Mengingat masih banyak desa yang belum menggunakan fasilitas ini," kata Herman Deru, usai menghadiri rapat koordinasi di kantor HD Center, Tanjung Api-Api Palembang, Kamis (19/10/2017).

Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini menyebut, Provinsi Sumatera Selatan memiliki 13 Kabupaten, 4 Kotamadya, 212 Kecamatan, 354 Kelurahan, dan 2.589 Desa.

Banyaknya jumlah Desa di Sumsel, membuat pria kelahiran Belitang ini berkomitmen untuk membangun daerahnya agar mengalami kemajuan di segala sektor.

Salah satunya dengan mewujudkan program internet desa. Desa di Sumsel memiliki banyak potensi yang kuat untuk dikembangkan, program tersebut akan dicanangkan untuk desa-desa nelayan, pertanian, hingga desa di pedalaman.

"Program internet desa ini bisa digunakan untuk memberikan informasi sekitar potensi desa. Layanan masyarakat sudah bisa digeser dari layanan manual ke online. Warga yang selama ini tahu informasi dari masyarakat dan buku, bisa berkembang dengan pemanfaatan browsing di internet. Pelayanan publik, pembentukan pusat kegiatan, Taman Baca Rakyat (TBR), kelompok tani, kelompok UKM, semua harus melek dan ramah IT,” papar Deru.

Deru yang akan turut serta dalam Pilkada Sumsel 2018 dan akan berpasangan dengan mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Mawardi Yahya ini menjelaskan, dengan adanya program internet desa diharapkan warga desa bisa terbuka dan dapat terkoneksi langsung dengan dunia luar.

Mereka dapat mempublikasi potensi-potensi yang ada di desa seperti tempat wisata yang masih asing, potensi sumber daya alam, produk UMKM bisa dipublikasikan. Sehingga akan banyak orang yang melihatnya.

“Banyak manfaatnya, orang desa jadi terhubung dengan dunia, jadi bisa belajar dan juga beradaptasi dengan hidup dan tantangan kekinian," ujarnya.

Deru menambahkan dengan adanya program internet desa menuntut disediakannya prasyarat lain yakni listrik desa. Bagaimana bisa ada internet jika listrik belum masuk ke desa.

"Perlahan tapi pasti ke depannya pelayanan sudah akan berpindah jadi pelayanan berbasis teknologi informasi. Demikian juga pelaporan dan monitoring, kalau internet di desa jalan, tentu bisa kita lakukan bertahap, komunikasi melalui video call juga mudah. Bisnis bisa berjalan baik. Laporan mengenai jalan rusak, harga hasil tani anjlok dan sebagainya bisa cepat direspon," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved