Update SFC
Ya Allah, Begini Curhat Haru Kiper Sriwijaya FC Kenang Sosok Choirul Huda, Ternyata!
"Saya telepon dia, Cak kenapa tidak ikut? beliau menjawab karena ada urusan keluarga. Setelah itu kami belum sempat lagi komunikasi
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Kiper usia 30 tahun ini mengatakan, dia masih ingat bagaimana dia sempat berkomunikasi dengan Choirul Huda, saat Persela menjalani lawatan ke kandang Sriwijaya FC 26 September lalu.
Karena tidak mendapati Huda ikut dalam rombongan tim, Sandy kemudian menelepon kakak dan sahabatnya itu.
"Saya telepon dia, Cak kenapa tidak ikut? beliau menjawab karena ada urusan keluarga. Setelah itu kami belum sempat lagi komunikasi dan tidak tahu tiba-tiba mendengkar kabar duka ini," ujar Sandy.
Sandy pun mengaku sangat berduka, dia kehilangan kakak, sahabat, dan mentor yang sangat baik,
karena diakuinya dia banyak mendapatkan petunjuk-petunjuk bagaimana mempertahankan performa dan kondisi fisik tetap bugar, mengingat Huda masih tetap moncer meski usianya sudah mendekat kepala empat.
"Mari kita berdoa buat beliau, semoga amal biadahnya diterima di sisi Allah. Selamat jalan Cak Huda, sahabat, kakak dan guruku," jelasnya.
Seperti diketahui, Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya,
Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.
Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.
"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher," kata dr Zaki seperti dilansir dari situs resmi klub, Minggu (15/10/2017).
Menuru sang dokter saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas.
Kuat dugaan, Huda mengalami hypoxia.
Sebagaiman ditelurusi lewat wikipedia, Hypoxia adalah keadaan saat jaringan tubuh manusia kekurangan
oksigen dengan penyebab banyak hal.
Meski tim medis sudah melakukan berbagai upaya menyelamatnya dan melakukan penanganan dengan maksimal, namun tidak tertolong, suda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion
Surajaya, Lamongan, arena laga Persela vs Semen Padang, masih bisa bernapas.
Namun, Huda tak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar
pukul 17.15 WIB.
Seperti diketahui, Huda sudah membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen
Padang, Huda tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sandy-firmansyah-kanan-choirdul-huda-kiri_20171016_054758.jpg)
