Update SFC
Ya Allah, Begini Curhat Haru Kiper Sriwijaya FC Kenang Sosok Choirul Huda, Ternyata!
"Saya telepon dia, Cak kenapa tidak ikut? beliau menjawab karena ada urusan keluarga. Setelah itu kami belum sempat lagi komunikasi
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kepergian kiper senior Choirul Huda yang begitu mendadak, ternyata menimbulkan duka dan kenang-kenangan mendalam dari rekan-rekan sejawatnya, terutama sesama kiper asal Pulau Jawa.
Sandy Firmansyah misalnya, mengaku banyak kenang-kenangan dia selama mengenal Huda, yang kerap dia juluki Buffon-nya Indonesia itu.
Diakui Sandy, dia sangat mengenal bagaimana Huda, meski belum pernah bermain bersama.
Makanya, dia mengaku begitu shock mendengar wafatnya Chairul Huda.
"Tadi begitu mendarat di Jakarta dan dikabari mengenai hal ini, rasanya saya seperti ditembak di bagian dada karena sangat kaget, perlu beberapa kali meyakinkan diri untuk sadar bahwa benar ada
musibah ini," Sandy, Minggu (15/10).
Menurut Sandi, banyak hal yang bisa dipelajarinya dari sosok penjaga gawang senior ini.
Terutama sikapnya yang selalu mengayomi kiper-kiper muda.
"Sesama kiper Jawa Timur Cak Huda sosok yang ngayomi kepada kiper-kiper muda," jelasnya.
Namun, yang paling hebat menurut Sandy adalah kesetiaannya kepada Persela Lamongan, meski banyak klub yang meminatinya.
"Tetapi yang paling utama tentu soal kesetiannya, dia sudah memperkuat Persela saat masih di divisi dua, kemudian membawa promosi dan terus bertahan."
"Dulu di tahun 2014 sebenarnya bang Huda sudah sempat berlatih bersama saya di Persegres, namun karena kecintaannya yang luar biasa kepada Persela maka dirinya batal pindah," jelasnya.
Selain itu, Huda juga dianggapnya sebagai figur pekerja keras dan mampu menunjukkan bagaimana sebuah prestasi tidak diraih dengan instan.
"Saya ingat di beberapa musim banyak pihak yang menilainya sudah habis, tetapi almarhum tidak menyerah dan memberi jawaban melalui kerja di lapangan," ujarnya.
Sandi pun menyebut tahun ini sebagai periode kelam bagi pesepakbola khususnya penjaga gawang di tanah air.
"Rasanya belum lama kita harus sedih karena kehilangan Ahmad Kurniawan, kini kembali harus merelakan Chairul Huda. Kami semua di SFC sangat berduka," jelasnya.
Kiper usia 30 tahun ini mengatakan, dia masih ingat bagaimana dia sempat berkomunikasi dengan Choirul Huda, saat Persela menjalani lawatan ke kandang Sriwijaya FC 26 September lalu.
Karena tidak mendapati Huda ikut dalam rombongan tim, Sandy kemudian menelepon kakak dan sahabatnya itu.
"Saya telepon dia, Cak kenapa tidak ikut? beliau menjawab karena ada urusan keluarga. Setelah itu kami belum sempat lagi komunikasi dan tidak tahu tiba-tiba mendengkar kabar duka ini," ujar Sandy.
Sandy pun mengaku sangat berduka, dia kehilangan kakak, sahabat, dan mentor yang sangat baik,
karena diakuinya dia banyak mendapatkan petunjuk-petunjuk bagaimana mempertahankan performa dan kondisi fisik tetap bugar, mengingat Huda masih tetap moncer meski usianya sudah mendekat kepala empat.
"Mari kita berdoa buat beliau, semoga amal biadahnya diterima di sisi Allah. Selamat jalan Cak Huda, sahabat, kakak dan guruku," jelasnya.
Seperti diketahui, Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya,
Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.
Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.
"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher," kata dr Zaki seperti dilansir dari situs resmi klub, Minggu (15/10/2017).
Menuru sang dokter saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas.
Kuat dugaan, Huda mengalami hypoxia.
Sebagaiman ditelurusi lewat wikipedia, Hypoxia adalah keadaan saat jaringan tubuh manusia kekurangan
oksigen dengan penyebab banyak hal.
Meski tim medis sudah melakukan berbagai upaya menyelamatnya dan melakukan penanganan dengan maksimal, namun tidak tertolong, suda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion
Surajaya, Lamongan, arena laga Persela vs Semen Padang, masih bisa bernapas.
Namun, Huda tak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar
pukul 17.15 WIB.
Seperti diketahui, Huda sudah membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen
Padang, Huda tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sandy-firmansyah-kanan-choirdul-huda-kiri_20171016_054758.jpg)
