Update SFC
Diminta Turun Gunung, Kayamba Yakin Para Anak Muda Bisa Mengangat Sriwijaya FC dari Ketepurukan
Dia meminta pemain melupakan kekalahan di dua pertandingan terakhir dan bangkit saat menghadapi PSM Makasar di Jakabaring, Minggu (17/9) nanti.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Dedikasi dan kecintaannya untuk Sriwijaya FC sudah tidak diragukan lagi, Keith Kayamba Gumbs akan memberikan segalanya untuk SFC baik sebagai pelatih dan pemain, termasuk jika tim memintanya turun memperkuat lini depan Laskar Wong Kito
Memang, sepanjang sejarah dan perjalanan Sriwijaya FC mengoleksi gelar demi gelar, tidak sekalipun dia absen dari pertarungan sengit.
Total 2 gelar Liga, 3 gelar Piala Indonesia, 1 gelar IIC, 1 gelar Perang Bintang dan Community Shield dia persembahkan. Keith Jerome "Kayamba" Gumbs, demikian nama lengkap sang legenda ini, juga meraih gelar Pemain Terbaik. Dia juga top skorer sepanjang masa bagi Laskar Wong Kito.
Dengan usia yang sudah 35 lebih kala itu, Kayamba menjadi rule model bagi pemain muda, di masa kejayaan Sriwijaya FC kala itu.

Karena fisiknya tetap bugar, gaya hidupnya patut dicontoh, cinta keluarga dan dia kerap dijuluki pemain tercepat. Bahkan saat dipanggil kembali melatih SFC, dengan usia yang sudah 44, fisiknya tetap OKE.
Selain itu, banyak yang memintanya turun lagi menjadi pemain, memperkuat lini depan Sriwijaya FC yang mulai menumpul di beberapa pertandingan.
Namun secara sportif dia mengatakan, bahwa dia sudah cukup menjadi pemain di musim 2007-2013 bersama Sriwijaya FC, selebihnya dia mengingingkan para anak muda dari Sriwijaya FC inilah yang bisa mengangkat Sriwijaya FC dari ketepurukan.
"Sudah cukup lah saya menjadi pemain dan saya sudah puas, kini kesempatan para anak muda di Sriwijaya FC yang berjuang untuk mengangkat tim. Saya tidak akan lagi mau turun sebagai pemain, saya ingin membantu SFC agar lebih baik lagi sebagai pelatih," ujar Kayamba.
Sebagai pelatih Kayamba menilai, banyak hal-hal yang perlu dibenahi di semua lini, mulai dari organisasi permainan, variasi serangan, hingga koordinasi antar pemain. Dia pun membenarkan pendapat pelatih kepala Hartono Ruslan soal formasi lini belakang yang kerap ganti-ganti pemain.
"Sementara tim lain tetap dengan pemain yang sama dan formasi yang sama dalam setiap pertandingan, kita hampir dalam setiap pertandingan selalu ganti pemain, ini juga merupakan persoalan," ujar Kayamba.
Terkait dengan permintaan fans agar dia turun ke lapangan memperkuat Sriwijaya FC, Kayamba mengaku, dalam situasi seperti ini, jika memang dia diminta turun dan diberikan kesempatan, maka akan dia lakukan.
"Dalam kondisi Sriwijaya FC seperti ini, jika memang saya diminta dan memungkinkan maka saya akan turun. Tetapi situasinya beda, slot pemain asing sudah cukup dan juga bagi saya pribadi, secara realisitis tidak mungkin turun," ujar Kayamba.
Sementara itu, jelang lawan PSM Makasar, Kayamba yang mendapatkan mandat melatih SFC dan membuat persiapan, lantaran Pelatih Hartono Ruslan tengah pulang ke Solo menyambut kelahiran cucu pertamanya.
Kayamba tampak memimpin latihan, Rabu (13/9) sore.
"Hari ini (kemarin) latihanya pengembalian kondisi pemain bagi yang tampil full time saat kita lawan Barito kemarin, sementara pemain yang tidak turun tetap latihan penuh," ujarnya.
Dia meminta pemain melupakan kekalahan di dua pertandingan terakhir dan bangkit saat menghadapi PSM Makasar di Jakabaring, Minggu (17/9) nanti.
Klik dan lihat curahan hatinya, bagaimana Kayamba sedikit gregetan melihat kondisi SFC saati ini.
Simak..The Legend...