Tak Kunjung Dapat Kejelasan. Perwakilan Sopir Angkot Ancam Turun ke Jalan dan Demo Besar
Di tempat lainnya sepeti lemabang, para supir angkutan konvensional sudah bersiap untuk melakukan aksi mogok masal. Namun dihentikan oleh ketua paguyu
Penulis: Panji Maulana | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terkait dengan aksi mogok massal dari supir angkutan konvensional.
Beberapa pihak yg diwakilkan oleh ketua dari setiap paguyuban di Palembang sedang mengadakan mediasi di DPRD.
Di tempat lainnya sepeti lemabang, para supir angkutan konvensional sudah bersiap untuk melakukan aksi mogok masal. Namun dihentikan oleh ketua paguyuban dikarenakan mereka sedang melakukan mediasi.
"Maaf pak, Sekretaris.. supir kami sudah hampir turun kalau disini tidak ada kesimpulan.. mereka sudah geram," ujar Syafrudin Lubis.
Karena itu, setelah tak menemui titik temu saat melakukan audiensi pagi tadi DPRD dikarenakan tidak ada anggota Dewan yang hadir cukup membuat anggota rapat kecewa.
Saat ini pihak angkutan konvensional sedang malakukan audiensi kedua ke dishub kota palembang.

Mengadukan hal yang sama terkait dengan permasalahan dengan Transportasi online.
Sekretaris Dishub, Agus sedang mendengarkan pendapat dari para ketua angkutan konvensional.
"Kalau mau ke dishub provinsi nanti kita kawal," ujar Agus.
Terlihat hadir dari pihak Polresta Palembang yang terus mengawal pihak angkutan konvensional untuk mendapatkan keputusan.
"Kalau selama 3 hari kedepan tidak ada kabar, kami angkutan konvensional akan turun kejalan," ujar Ketua Paguyuban Ampera-Plaju.
Ramadhan Menerangkan bahwa tuntutan sebelumnya sudah di bahas oleh pihak DPRD.

"Pada tanggal 21, 23 dan 28 agustus sudah dibahas dan ini sudah ada pembahasan terhadap tuntutan angkutan konvensional, dan Anggota DPRD saat ini sedang Reses," ujar Ramadhan.
"Nanti saya sampaikan aspirasinya dan tiga hari kedapan akan diberi kabar," tambahnya.
Setelah ada keputusan dari DPRD ternyata hasilnya tidak diindahkan oleh pihak-pihak terkait yang ditugaskan.
Saat ini,para supir masih menunggu instruksi dari ketua paguyuban yang sedang bermediasi di DPRD Sumsel.