Sebelum Membeli Hewan Kurban, Perhatikan 2 Hal Ini

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan melalui ciri f

Sebelum Membeli Hewan Kurban, Perhatikan 2 Hal Ini
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Hewan kurban kambing. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan melalui ciri fisik maupun ketentuan lain dari sisi agama.

Berita Lainnya:
Mahal-mahal Beli Hewan Kurban. Cuma Karena Ini Amalan Tertolak. Awas Jangan Anggap Sepele

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) Surachman Suwardi mengatakan, hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah kesehatan hewan.

Menurut dia, dari sisi kesehatan harus dilihat agar jangan sampai hewan kurban terserang penyakit zoonosis (penyakit menular). Itu dari sudut pandang pemerintah.

"Kalau dari sudut pandang agama tidak boleh cacat, dan diutamakan (jenis kelamin)," papar Surachman saat melakukan sosialisasi pemotongan hewan kurban yang baik, sehat dan aman di Masjid Baiturrahman, Petukangan Utara, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, ada dua hal yang harus diperhatikan agar masyarakat bisa mendapatkan hewan kurban yang sehat, bebas penyakit, dan juga dilengkapi sertifikat kesehatan hewan.

Pertama adalah memperhatikan ciri fisik hewan kurban, mulai dari cara berdiri, berjalan, warna kulit, bulu, area mata, hidung, dan bibir yang tidak memiliki cacat tubuh seperti pincang dan buta.

Kemudian dari segi umur atau usia hewan kurban, untuk kambing sudah berusia satu tahun, sapi berusia 1,5 tahun, dan domba dua tahun.

Surachman menegaskan, pihaknya sudah melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban sejak awal Agustus 2017 di daerah asal hewan kurban oleh dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten atau kota daerah asal.

"Saat transportasi juga dilalukan pengecekan oleh dinas peternakan dan karantina pertanian," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved