Waspada Zona Merah, Driver Angkutan Online Sampai Lakukan ini Agar Selamat Saat Bekerja

Insiden pemukulan, perusakan, dan pembunuhan Edward Limba membuat ribuan driver angkutan online kini menjadi resah.

Penulis: wartawansripo | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Salah satu pamflet Zona Merah di kawasan Macan Lindungan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Insiden pemukulan, perusakan, dan pembunuhan Edward Limba, seorang driver taksi online, membuat ribuan driver angkutan online kini menjadi resah.

Beberapa kawasan rawan yang mereka sebut zona merah kini harus dihindari demi keamanan sang sopir dan kendaraannya.

Untuk Palembang, setidaknya ada 20 kawasan yang disebut sebagai zona merah bagi ojek online, sementara taksi online hanya 2 kawasan.

Bahkan, sejak tiga hari terakhir, driver ojek online seakan tiarap.

Mereka tetap mengambil penumpang dengan melepas atribut yang bisa dikenali pengemudi ojek konvensional.

---

"Karena takut di sweeping oleh ojek konvensional, sebagian dari kami untuk sementara melepas atribut jaket agar tidak mudah dikenali," jelas seorang pengemudi online di kawasan Sekip.

Memang jika menilik dari pakaiannya, mereka yang nongkrong sekilas seperti pengemudi ojek konvensional.

Namun agar penumpang tidak bingung, driver ojek online tetap membawa helm yang dibagikan perusahaan.

"Meski tak berjaket penumpang sudah tahu karena kami membawa helm yang dibagikan dari kantor meski tak kami pakai," jelasnya.

---

Ancaman keras pengemudi ojek konvensional memang tidak main-main.

Akibat yang diterima driver angkutan online bisa berupa tindakan fisik hingga perusakan kendaraan bermotor yang bersangkutan.

"Tiga hari yang lalu, dua atau tiga ojek online yang ketahuan mengambil penumpang di kawasan SMA 6 Palembang digebuki ramai-ramai," papar Djoko, warga sekitar.

Ojek online memiliki lebih banyak zona merah yang terus mereka update kepada setiap anggotanya agar mendapatkan informasi mengenai tempat tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved