Terungkap, Kemudi Kapal Sriwijaya Ini Ditemukan di Cirebon & Simpan Rahasia Besar Tak Terduga
Salah satunya alat kemudi kapal yang kini tersimpan di Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang.
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kedaulatan Kerajaan Sriwijaya, bukan hanya diakui diwilayah daratan. Namun juga berdaulat diwilayah perairan.
Pembuktian ini ditandai banyaknya penemuan sisa-sisa bagian kapal milik Kerajaan Sriwijaya.
Salah satunya alat kemudi kapal yang kini tersimpan di Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang.
"Sudah jelas pada masa itu Kerajaan Sriwijaya sangat berdaulat. Terbukti banyak ditemukannya kapal-kapal milik Kerajaan Sriwijaya diwilayah perairan. Pada tahun 2004 lalu, alat kemudi kapal milik Kerajaan Sriwijaya ditemukan di Cirebon," ujar ujar Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, disela-sela kegiatan Sosialisasi Rumah Peradapan Kedatuan Sriwijaya di TPKS Palembang, Rabu (16/8/2017).
Diyakini banyaknya penemuan sisa-sisa bagian kapal milik Kerajaan Sriwijaya, Bambang mengatakan, bisa dibuktikan dari teknologi kapal dan bentuk fisik kapalnya.
Dapat dilihat bagian kemudi kapal yang ukurannya besar terbuat dari kayu dan pada masa itu hanya dimiliki Kerajaan Sriwijaya.
"Kapal Sriwijaya itu kalau dilihat dari teknologinya yakni papan ikat kupingan mengikat. Jadi diantara papan kaal dijahit dengan menggunakan tali ijuk," ujarnya.
Bentuk kedaulatan Kerajaan Sriwijaya diperairan, Bambang menjelaskan, pada masa itu hanya kapal-kapal milik Kerajaan Sriwijaya yang boleh berlayar.
Sehingga jika ada kapal asing, tidak boleh diberlayar dan ada batasannya.
"Jadi saudagar-saudagar kaya dari luar yang masuk ingin berdagang, barang muatannya harus menggunakan kapal milik Kerajaan Sriwijaya. Jadi itu bukti kedaulatan Kerajaan Sriwijaya diperairan," ujarnya.
Alat kemudi kapal Kerajaan Sriwijaya yang ada di TPKS Palembang, ukurannya sangat besar dan berbahan kayu.
Kemudi kapal mempunyai panjang 8,20 meter dan ditemukan pada tahun 1960-an di Sungai Buah Palembang.
Dilihat dari ukurannya, kemudi kapal bukan saja untuk mengarungi sungai, namun juga bisa mengarungi samudera lautan.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn yang ikut hadir dalam acara, juga langsung meninjau ke TPKS.
Kepada pihak pengelola museum, Irene meminta agar memberikan pengetahuannya kepada pengunjung mengenai peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Palembang.(Welly Hadinata)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sriwijaya_20170816_193600.jpg)