Ingin Kaya dan Serba Cukup Seperti Nabi Sulaiman, Ternyata Ini Wiridnya, Simple Banget!
Nabi Sulaiman diketahui selalu memanjatkan doa agar dilimpahkan rizki yang halal dan barokah. Doa yang senantiasa beliau panjatkan dapat kita amalkan
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
5. Menyiapkan dana pensiun
Tak selamanya setiap orang bisa selalu bekerja.
Setelah Anda berhenti bekerja, rencana dan dana pensiun yang Anda miliki bisa membuat Anda hidup senang di masa tua.
6. Bersiaplah jika pasangan tak setuju
Membahas keuangan rumah tangga dengan pasangan tak selalu berjalan mulus.
Masing-masing akan berargumen dan menyampaikan ketidaksetujuannya saat membeli barang tertentu dengan jumlah biaya besar.
Anda tak perlu menghindari perselisihan kecil dengan saling menyembunyikan fakta-fakta keuangan pribadi.
Kapanpun perselisihan terjadi, duduk dan bahas dengan pasangan Anda, karena perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.
7. Bertindaklah sebagai tim dalam mengatur keuangan
Rencana keuangan akan berhasil dilakukan jika keduanya mau menjalaninya dengan baik.
Berbagi tugas keuangan dengan pasangan layaknya tim kerja akan banyak membantu.
Jika bulan ini, pasangan Anda menghabiskan banyak pengeluaran, maka Anda sebaiknya menunggu hingga bulan depan untuk membeli keperluan lainnya.
Anda harus bersama-sama memutuskan mana yang harus segera dibeli dan mana yang bisa ditunda.
8. Prioritaskan membayar utang
Jika Anda memiliki utang sebelum menikah, pastikan pembayaran utang tersebut menjadi prioritas utama dalam anggaran rumah tangga yang Anda susun.
Semakin cepat membayarnya, maka semakin baik kondisi keuangan Anda dan pasangan.
9. Ikut asuransi
Sebagai pasangan yang beru menikah, mengikuti program asuransi merupakan bagian keuangan yang tak kalah penting.
Persoalannya bukan soal uang, tapi lebih pada bagaimana menjamin kondisi keuangan di masa depan.
10. Membuat rekening bank bersama
Bagi Anda yang pandai mengelola keuangan, membuat rekening bersama dengan pasangan bisa membantu untuk lebih berhemat. Biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, dan pengaturan keuangannya bisa lebih sederhana. (*)