Jamur Beracun

Paling Berbahaya di Dunia, Jamur Ini Wujudnya Bikin Kamu Tergiur Ingin Memakannya

Sekilas, tak ada yang aneh dengan jamur ini. Warnanya yang putih polos terlihat tidak berbahaya atau bahkan, cukup enak untuk dikonsumsi. Namun, jan

Tayang:
Editor: Bedjo
http://thepoisondiaries.tumblr.com/
Jamur Topi Kematian, Death cap. 

SRIPOKU.COM , Sekilas, tak ada yang aneh dengan jamur ini.

Warnanya yang putih polos terlihat tidak berbahaya atau bahkan, cukup enak untuk dikonsumsi.

Berita Lainnya:
Jamur Raksasa Seberat 15 Kg Ditemukan di China

Namun, jangan mudah tertipu dengan spesies jamur bernama Amanita phalloides ini.

Dikenal dengan nama death cap yang berarti topi kematian, jamur ini mampu membunuh orang yang mengonsumsinya.

Kemampuan ini juga membuat death cap termasuk dalam daftar jamur paling berbahaya di dunia.

Gejala awal yang akan di rasakan ketika mengonsumsi jamur ini adalah rasa mual, kemudian kerusakan organ hati terjadi dalam hitungan hari.

Jumlah kematian yang pasti diakibatkan oleh jamur ini tidak jelas.

Akan tetapi, menurut California Poison Control System, mayoritas kasuskeracunan jamur paling parah sepanjang November 2015 hingga Oktober 2016 disebabkan oleh death cap.

Ketidaktahuan mengenai spesies jamur mematikan ini juga seringkali menjadi penyebab utama kasus keracunan.

Dalam laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention, dibeberkan bahwa tiga orang yang mengonsumsi jamur ini membutuhkan transplantasi hati.

Sebab, racun yang terkandung dalam jamur death cap diam-diam menghancurkan hati dalam rentang beberapa hari saja.

Lalu, salah satu korban juga merupakan seorang bayi berusia 18 bulan.

Kejadian ini menyebabkan pembengkakan otak yang berbuntut gangguan neurologis permanen.

Walaupun kasus keracunan ini terjadi di California, Amerika Serikat, death cap bisa tumbuh dan tersebar di manapun, kecuali Antartika.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved