Anda Suka Marah Dengan Anak ? Baca Ini Sebelum Anda Menyesal
Bagi anda yang sudah memiliki anak, apakah anda termasuk yang sering memarahi anak?
Penulis: Ahmad Sadam Husen | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM -- Bagi anda yang sudah memiliki anak, apakah anda termasuk yang sering memarahi anak?
Lebih baik segera kurangi kebiasaan itu mulai dari sekarang.
Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari jika seorang ibu atau yang jengkel dengan kenakalan atau kesalahan anak-anaknya sering memarahi mereka, bahkan sampai menggunakan katakata kasar.
Parahnya, sebagian orang seolah terbiasa melakukan ini dan hal ini berbuah menjadi kebiasaan yang mendarah daging.
6 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi
Kadang memarahi anak tidak bisa dihindari.
Ketika orangtua dalam kondisi penat dan lelah setelah beraktivitas, emosi mereka kerap tersulut ketika melihat anak melakukan hal yang tak mereka sukai.
Namun, sebelum anda memarahi anak sehingga menjadi kebiasaan yang terus menerus, perlu diingat jika ada beberapa dampak buruk ketika seorang anak sering dimarahi :
1. Kerusakan/kematian sel-sel otak anak
Seorang Neuroscientist di Chicago Medical School, Lise Eliot, Phd, dalam bukunya "Whats going on in There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life, menceritakan sebuah fakta yang begitu mencengangkan.
Ia melakukan penelitian perkembangan otak terhadap bayinya sendiri.
Lise memasang sebuah perangkat alat khusus di kepala bayinya.
Alat itu dihubungkan dengan kabel-kabel komputer agar dia bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan sel otak anaknya melalui layar monitor.
Saat bayinya bangun, dia memberinya ASI.
Ketika bayinya minum ASI, Lise melihat gambar-gambar sel otak anaknya di layar monitor sedang membentuk rangkaian yang indah.
Ketika sedang asyik menyusui, tiba-tiba bayi Lise menendang kabel komputer.
Si ibu sontak kaget dan berteriak, "No!"
Ternyata teriakan si ibu membuat bayinya kaget, saat itu juga Lise melihat gambar sel otak anaknya di layar monitor terus menggelembung seperti balon, semakin membesar dan akhirnya pecah.
Selanjutnya terjadi perubahan warna yang menandai kerusakan sel otak.
2. Penurunan kepercayaan diri
Anak-anak yang sering dimarahi cenderung akan berpikir bahwa penyebab dia dimarahi adalah karena melakukan kesalahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ibu-marahi-anaknya-yang-ikut-demo_20150429_231913.jpg)