'Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar, apa maksud semua ini?'
Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.
“Ini bukan cuka, ini arak”.
Syams mengambil botol dan membuka tutupnya.
Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya.
Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka.
Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Maulana.
Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.
Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.
“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi?"
"Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.
Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.
---
(*Dari kumpulan kisah Maulana Jalaluddin Rumi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/botol_20170520_125406.jpg)