'Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar, apa maksud semua ini?'

Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

attn.com
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya.

Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana.

Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;

“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)

Maulana kaget mendengarnya,

“Memangnya anda juga minum?".

“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.

“Sekarang kau sudah tahu, maka sediakanlah”.

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved