NEWS VIDEO SRIPO

Ini Dia Proses Pembuatan Oven dan Loyang Kue Yang Kebanjiran Order Saat Ramadan

sudah empat tahun ini bisnis pembuatan cetakan kue dan loyang sedikit goyang. Karena masyarakat cenderung menyukai kue kering langsung jadi yang dibua

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Suara ketukan palu di atas lempengan alumininium terdengar sibuk di lantai dua. Beberapa kayu yang sudah diperhalus dan dipotong sengaja ditumpuk di sisi tangga. Sisa potongan kawat dan serbuk kayu juga belum sempat dibersihkan, sementara di dalam rumah juga sudah bertumpuk ratusan loyang kue dan oven yang sudah jadi.

Saat Sripo mengunjungi sentra pembuatan alat masak dari aluminium di lorong Sepakat 2 Ulu Palembang ini, sang tuan rumah kebetulan sedang berada diluar. Alhasil hanya bisa berjumpa pada Aditya (23), anak pemilik usaha sekaligus bakalpenerus generasi ketiga dari usaha perabotan aluminium tersebut.

Sembari melihat pekerja sedang melakukan pemotongan lempengan, Adit yang merupakan mahasiswa semester akhir UIN Raden Fatah Palembang ini mengaku saat libur turut membantu usaha keluarganya yang sudah berjalan lebih dari 40 tahun tersebut. "Setiap tahun menjelang lebaran selalu tinggi peminat. Apalagi untuk loyang kue, oven, cetakan kue, kukusan, panci dan sebagainya," ujarnya.

Selama puluhan tahun, beberapa peralatan tersebut selalu didistribusikan ke pasar besar, seperti pasar 16. Ada juga yang memang sudah berlangganan, pedagang eceran hingga langsung membeli sendiri dari rumah. "Karena langsung dari pembuatan, jadi harga dari kita relatif murah. Untuk loyang kue kecil satu kodinya Rp75 ribu. Lalu loyang bolu satunya Rp25 ribu. Semua ukuran dan bentuk disesuaikan dengan harga," jelasnya.

Meskipun tetap tinggi peminat, namun Adit mengaku pihaknya masih kesulitan untuk bahan baku. Ia sendiri mengkhawatirkan akan kekurangan bahan baku ke depannya dan belum ada solusi untuk bahan pengganti. Aluminium misalnya, meskipun stok selalu ada tapi harganya naik terus. "Kalau kayu juga sulit, pesan sekarang dua minggu nanti baru datang. Mana kualitas kayunya sudah jelek," ungkapnya.

Ia menambahkan, sudah empat tahun ini bisnis pembuatan cetakan kue dan loyang sedikit goyang. Karena masyarakat cenderung menyukai kue kering langsung jadi yang dibuat di pabrik. "Saya jadi ingin mengembangkan usaha ini lewat pemasaran online. Makanya saat ini saya tengah mengembangkan web khusus agar dari luar Palembang bisa pesan. Insya Allah nama webnya loyangkue.com," ujarnya.

Penulis: Yuliani
Editor: wartawansripo
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved