Besok Sumsel Launching TMC Antisifasi Karhutla

Walau masih melihat potensi awan untuk dilakukan hujan buatan, BPBD Sumsel telah memetakan sejumlah daerah rawan karhutla.

Besok Sumsel Launching TMC Antisifasi Karhutla
SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Plt Kepala BPBD Sumsel, H Iriansyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Guna mengantisipasi dampak buruk musim kemarau, Pemprov Sumsel akan melaunching Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau dikenal hujan buatan di Halaman Base Ops Lanud SMB Palembang, Rabu (7/6/2017) pukul 15.30.

"Sekarang pemerintah harus siaga. Penanggulangan karhutla. Mulai dari sarana dan prasarana, SDM, semuanya disiapkam untuk karhutla. Apalagi beberapa waktu lalu sudah ditetapkan status siaga darurat, ketika terlihat karhutla bisa segera ditanggulangi," ungkap Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, H Iriansyah, Senin (5/6/2017).

Seperti pada program TMC tahun sebelumnya, semua pihak dilibatkan dalam penangganan karhutla, seperti TNI, Polri, Manggala Agni. Tentu saja, akui dia, perlu dilakukan melalui operasi udara, seperti TMC atau hujan buatan sebagai salah satu cara cegah dini.

Melalui operasi udara dengan hujan buatan, ditargetkan dapat menjangkau daerah-daerah jauh dari jangkauan penanganan jalur darat, utamanya daerah gambut.

"Karena, dengan dilakukannya hujan buatan itu, maka lahan gambut akan tetap bahas. Rabu (7/6/2017) nanti akan launching TMC, water bombing, apalagi BNPB sudah datang sejak Sabtu (3/6/2017) lalu. Kedatangan BNPB tersebut sekaligus membawa pesawat Cassa 212 menggelar TMC. Kapasitas pesawat Cassa dalam sekali angkut, 1 ton garam, lalu ada jenis helikopter yang akan digunakan yakni MI 17 ada 2 unit, Bel 214 dan tipe Bolko. Semuanya akan digunakan saat melaksanakan TMC," paparnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut mengacu surat keputusan gubernur Nomor : 85/KPTS/BPBD-SS/2017 tentang penetapan status siaga darurat bencana asap.

Terkait, proses TMC, ia mengakui masih akan melihat potensi awan yang ada, hingga tim bisa memastikan kapan hujan buatan dilakukan.

Walau masih melihat potensi awan untuk dilakukan hujan buatan, BPBD Sumsel telah memetakan sejumlah daerah rawan karhutla.

"Daerah rawan karhutla, seperti OKI, OI, Muba, Banyuasin, Muara Enim, PALI, Mura dan Muratara," ujarnya.

Meski di lapangan, kondisi masih ada sekat kanal yang dibuat, namun ragam cara oenanganan akan tetap dilakukan BPBD dengan instansi terkait lainnya. Menurut dia, sekarang sudah dibuat sekat kanal di kebun-kebun.

"Penanganan agar tak terjadi karhutla dilakukan banyak pihak, termasuk posko-posko kita dirikan, dan juga posko didirikan oleh HTI (Hutan Tanaman Industri). Juga ada antisipasi dari kanal di perkebunan," pungkasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved