Ramadan 2017

Aku Berpuasa, tapi Ramadankah Aku?

bertakwa adalah selalu bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, lalu kenapa kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbanyak sedekah

Editor: Sudarwan
Dok Pribadi
Madi Apriadi, Trainer/Dosen 

Oleh:

Ustad Madi Apriadi
KETIKA bulan ramadan datang sering kita dengar kata shiam dan kata ramadhan kedua kata ini sering kita sama artikan, padahal kedua kata ini berbeda satu sama lain.

Kata shiam berasal dari bahasa arab yang artinya menahan sedangkan dalam bahasa sangsekerta disebut juga puasa. Sebagaimana disebutkan dalam firman Nya Qs.2:183

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Sedangkan kata ramadan berasal dari bahasa arab yang artinya membakar atau menghapus dosa.

Jadi bulan ramadan adalah bulan dimana kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menghapus dosa kita dengan cara berpuasa. Sebagaimana di gambarkan dalam firman Nya Qs.2:185.

Artinya : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Jadi bulan ramadan adalah bulan ampunan dimana dosa-dosa kita akan terbakar habis dengan cara kita berpuasa atau menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa.

Dengan demikian memang benar tujuan berpuasa adalah agar kita bertakwa kepada Allah.

Adapun ciri-ciri orang yang bertakwa yang digambarkan oleh Al-qur’an surat Al-Imran (3) : 133-135 adalah selalu mohon ampun, sedekah sempat sempit, sabar, pemaaf dan selalu berbuat baik.

Pada bulan ramadhan kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak mohon ampun, kemudian bersedekah dengan memberi makan fakir miskin, selalu bersabar dalam segala hal, saling memaafkan kesalahan satu sama lain dan selalu berbuat baik kepada sesama manusia supaya kita mencapai predikat takwa.

Dengan mencapai predikat takwahlah semua dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT.

Selain mohon ampun kepada Allah SWT salah satu ciri orang yang bertakwa adalah selalu bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, lalu kenapa kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbanyak sedekah di bulan ramadan ini.

Karena bersedekah itu salah satu jalan menghapus atau membakar dosa kita, sebagai mana Allah jelaskan dalam Qs. 2:271

"Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka Menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved