Wajah Optimisme Konsumen Sumatera Selatan
Perekonomian Indonesia masih belum menunjukkan performa yang baik, krisis ekonomi di Amerika Serikat yang telah mengguncang perekonomian global
Wajah Optimisme Konsumen Sumatera Selatan
Oleh: Desi Eryani, S.ST, M.Si
Statistisi Muda seksi Analisis Statistik Lintas Sektor BPS Provinsi Sumatera Selatan
Perekonomian Indonesia masih belum menunjukkan performa yang baik, krisis ekonomi di Amerika Serikat yang telah mengguncang perekonomian global berdampak ke berbagai negara termasuk Indonesia.
Perekonomian Indonesia mencapai Rp.12.406,8 triliun berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku serta PDB per kapita mencapai Rp.47,96 juta.
Berbagai usaha terus dikerahkan untuk memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri agar kembali bangkit. Akan tetapi, kondisi perekonomian global yang belum stabil masih belum mendukung untuk mewujudkan stabilitas perekonomian nasional. Di tahun 2016, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen lebih tinggi dibanding capaian tahun 2015 sebesar 4,88 persen.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 dari sisi produksi dicapai oleh Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 17,32 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 3,02 persen.
Struktur ekonomi Indonesia secara spasial tahun 2016 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,49 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,03 persen, da Pulau Kalimantan 7,85 persen.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi nasional hanya sebesar 4,88 persen pada tahun 2016. Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp.355,42 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp.43,55 juta.
Awal Maret 2017, Badan Pusat Statistik merilis data pertumbuhan ekonomi, kinerja, dan hasil Survei Tendensi Konsumen (STK) yang dilakukan terhadap 14000 rumah tangga di seluruh Indonesia. Survei tersebut bertujuan memperoleh gambaran tentang pandangan konsumen sebagai pelaku konsumsi. Data yang dihasilkan berupa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang menggambarkan kondisi ekonomi pendek yaitu pada triwulan berjalan dan perkiraan untuk tiga bulan mendatang.
Indeks tersebut mencerminkan optimisme konsumen ketika nilainya berubah di atas angka 100, dan sebaliknya jika di bawah 100 bermakna pesimisme konsumsi. Nilai ITK nasional pada triwulan I-2017 diperkirakan sebesar 106,30 artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan meningkat.
Tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2016 (nilai ITK sebesar 102,46). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen di Indonesia terjadi pada 31 provinsi di Indonesia. Terdapat 14 provinsi yang diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional (42,42 persen). Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Maluku dengan nilai ITK sebesar 113,80.
Sedangkan nilai TK terendah di Provinsi Jambi dengan nilai ITK sebesar 98,78.
Nilai ITK di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV-2016 sebesar 100,40 yang menunjukkan kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Meskipun dari angka meningkat akan tetapi tingkat optimisme konsumen mengalami penurunan. Hal tersebut tergambar dari nilai indeks pada triwulan IV-2016 lebih rendah daripada triwulan ketiga 2016.
Variabel-variabel pembentuk ITK terdiri atas pendapatan rumah tangga, kaitan inflasi terhadap konsumsi, serta tingkat konsumsi beberapa komoditi. Berdasarkan variabel pembentuknya, kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2016 dipengaruhi oleh naiknya tingkat konsumsi (indeks sebesar 101,78) dan pendapatan (indeks sebesar 101,14).
Sedangkan inflasi yang terjadi cukup berpengaruh terhadap daya beli konsumen (indeks sebesar 97,92).
Kondisi ekonomi konsumen di tiga bulan pertama tahun 2017 diramalkan akan membaik dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan akhir triwulan 2016, yang diperkirakan sebesar 101,62.
Peningkatan optimisme serta kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi karena meningkatnya pendapatan yang diterima rumah tangga. Indeks pendapatan rumah tangga mendatang diperkirakan mencapai 102,19 sedangkan indeks rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi, dan pesta/hajatan diprediksi sebesar 100,60.
Pada triwulan IV - 2016, kondisi ekonomi konsumen di seluruh provinsi di pulau Sumatera meningkat. Jika dibandingkan dengan kondisi nasional (nilai ITK sebesar 102,44), nilai ITK Provinsi Sumatera Selatan masih lebih rendah. Provinsi dengan nilai ITK tertinggi di pulau Sumatera adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Grafis 1
Seluruh provinsi di pulau Sumatera diperkirakan mengalami peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I-2017.
Jika dibandingkan dengan perkiraan angka nasional (nilai ITK sebesar 106,30), hanya Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang nilai ITK –nya berada di atas angka nasional.
Grafis 2
ITK Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan rata-rata berada di wilayah optimis tergambar dari pertama kali dirilis pada triwulan I tahun 2011 sampai triwulan IV tahun 2016 dan angka ramalan untuk triwulan I tahun 2017.
Hal tersebut merepresentasikan bahwa secara rata-rata konsumen di Sumatera Selatan cenderung optimis melihat perekonomian.
Tendensi konsumen di Sumatera Selatan memperlihatkan pola musiman, di mana meningkat dari triwulan pertama ke triwulan kedua dan mencapai puncak pada triwulan ketiga, selanjutnya sedikit menurun di triwulan keempat, namun kesemuanya masih di level optimis.
Pola konsumsi konsumen di Sumatera Selatan pun ternyata cukup fleksibel untuk menyesuaikan.
Pendapatan bukanlah hal yang membayangi optimisme konsumen, naik turunnya harga juga tidak menjadi persoalan serius yang mempengaruhi konsumsi.
Series Indeks Tendensi Konsumen Provinsi Sumatera Selatan Per triwulan (2011-2017)
Grafis 3
Perekonomian yang mulai membaik sedikit demi sedikit berdampak pada menurunnya pengangguran, dan opitimisme pun mulai menyelimuti masyarakat.
Hasil survey menunjukkan persepsi konsumen yang lebih optimis untuk triwulan mendatang.
ITK triwulan I tahun 2017 diperkirakan sebesar 101,6 atau relatif naik dibanding triwulan ini. Ramalan akan membaiknya kondisi ekonomi konsumen ditandai dengan tingkat optimisme yang tinggi.
Persepsi ini dibentuk oleh ekpektasi peningkatan pendapatan yang diterima rumah tangga. Optimisme konsumen yang sedemikian menjanjikan, ditengah kinerja perekonomian yang sedemikian rupa menantikan kepemimpinan cerdas dengan inovasi terkini untuk Sumsel Gemilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wajah-optimisme_20170522_124751.jpg)