Pria Ini Jadi Konsultan Pertama yang Mengajukan Perlindungan Paten Dunia

Menurutnya, sebagai seorang konsultan yang menjalankan perintah Undang-undang di tengah-tengah pelaku usaha, dia harus benar-benar aktif.

Pria Ini Jadi Konsultan Pertama yang Mengajukan Perlindungan Paten Dunia
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Konsultan Kekayaan Intelektual, Henky Solihin MZ SH MH 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Konsultan Kekayaan Intektual Henky Solihin MZ SH MH mengakui tidak ada satu pun pengajuan perlindungan Paten karya putra Indonesia yang meminta perlindungan internasional.

Sementara, pengajuan Paten dunia yang memilih Negara Indonesia hampir 60.852.

“Dan alhamdulilah, tahun 2010 saya salah satu konsultan pertama yang mengajukan perlindungan Paten Dunia asli karya putra Indonesia ke WIPO, melalui jalur PCT (Patent Cooperation Treaty),” ungkap Konsultan asal Pagaralam, Selasa (16/5/2017).

Dari catatan hasil Anual Report atau laporan tahunan Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menangani Kekayaan Intelektual, yaitu World Intellectual Property Organization (WIPO), khusus permintaan perlindungan Paten di bidang teknologi dari tahun 2000.

Menurutnya, sebagai seorang konsultan yang menjalankan perintah Undang-undang di tengah-tengah pelaku usaha, dia harus benar-benar aktif.

Apalagi hukum yang mengatur kekayaan intelektual tentang Paten, Merek dan Hak Cipta, yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, berkisar tahun 1840an. Dan saat itu Indonesia masih bernama Netherlands East Indies.

Dengan demikian, wajar saja kalau pemikiran Henky ini tentang pembangunan ekonomi dalam bidang kekayaan intelektual banyak ditulis dan diterbitkan media cetak dan elektronik besar, yang dapat dilihat di google dan youtube.

Salah satu gagasannya yang sempat menjadi isu nasional adalah gagasan yang berjudul Indonesia Butuh Badan Riset Paten Nasional dan Dalam Penelusuran Rekam Jejak.

Henky yang dikenal sebagai konsultan ahli merek dan Indikasi Geografis yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia juga aktif memberikan kontribusi pemikiran, baik untuk pemerintah maupun swasta dalam tingkat regional dan nasional.

Seperti tingkat Regional di undang DPRD Jawa Barat, untuk didengar masukan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Produk Jawa Barat.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved