Pagaralam Kekurangan Stok Vaksin Rabies
Padahal populasi hewan yang rawan terkena penyakit rabies di Pagaralam terus meningkat, terutama anjing.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Stok vaksin rabies di Dinas Pertanian dinilai masih kurang. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan obat tersebut Pagaralam mengandalkan drooping dari Provinsi Sumsel, selain dianggarkan dari APBD Kota Pagaralam.
Hal ini menganggu program yang ada saat ini yaitu Pagaralam bebas Anjing Gila. Padahal populasi hewan yang rawan terkena penyakit rabies di Pagaralam terus meningkat, terutama anjing.
"Saat ini kita masih kekurangan vaksin rabies. Masih tersimpan hanya sekitar 10 kotak vaksin rabies. Satu kotak berisi 10 botol, dengan penggunaan satu botol untuk 10 kali suntik terhadap hewan peliharaan," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP, melalui Kabid Peternakan, Tugas SP, kepada Sripoku.com Rabu (5/4/2017).
Populasi hewan peliharaan di Kota Pagaralam cukup banyak. Saat ini pihaknya masih menunggu drooping vaksin dari Provinsi Sumsel.
"Kita masih menunggu kiriman dari Provinsi," katanya.
Untuk mengoptimalkan vaksinasi hewan peliharaan di lapangan, masih terkendala dari masyarakat itu sendiri. Padahal memvaksin hewan peliharaan, seperti kucing, monyet, anjing terutamanya sangat perlu.
"Kondisi saat ini, upaya pencegahan penularan penyakit rabies, masih dinilai kurang. Pasalnya sebagian pemilik hewan peliharaan masih enggan melakukan vaksin," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin_20160630_112044.jpg)