Pembunuhan Sadis di Kenten Laut

Usai Jagal Leher Gustiawan, Ini yang Dilakukan Zumrowi

"Kalau hasilnya positif mengalami gangguan jiwa, maka proses hukumnya tidak bisa dilanjutkan.

Editor: wartawansripo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Setelah sempat diamankan selama satu malam di Polsek Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Zumrowi (44) menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang Jumat (24/2/2017).

Pelaku pembunuhan sadis terhadap korban, Gustiawan (39), itu hendak dipastikan apakah memang menderita penyakit gangguan kejiwaan atau tidak.

Kapolres Banyuasin, AKBP Andri, mengatakan observasi ini dilakukan oleh tim dokter di sana dan ini akan dilakukan kurang lebih selama tiga hari.

Dikatakan mantan Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel tersebut, jika hasil observasi kejiwaan yang dilakukan kepada pelaku, Zumrowi negatif atau tidak mengalami gangguan jiwa, maka proses hukum kepada pelaku, Zumrowi akan terus berlanjut sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau hasilnya positif mengalami gangguan jiwa, makan proses hukumnya tidak bisa dilanjutkan. Dan pelaku akan kita serahkan ke panti sosial rehabilitasi gangguan kejiwaan," terangnya.

Masih dikatakan Andri, untuk saat ini jenazah korban masih berada di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan atau visum yang akan dilakukan oleh dokter Forensik.

"Pihak keluarganya juga sudah datang ke sini dan juga sudah membuat laporan akan terkait peristiwa tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kompol dr Mansyuri, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau visum, korban beberapa kali mengalami luka sabetan akibat senjata tajam.

"Untuk luka yang paling serius atau paling parah pada bagian wajah dan leher korban hingga putus," jelasnya.

Diduga, dikatakan dr Mansyuri, korban dibunuh oleh pelaku saat korban tengah tertidur dan dalam kondisi masih bernapas atau hidup.

"Luka akibat senjata tajam berjumlah puluhan. Tapi, tidak ada pada bagian tangan. Kalau tidak tertidur, pasti saat akan dibacok korban akan menangkis menggunakan tangannya. Jadi diduga korban dihabisi saat tengah tertidur," terangnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved