Breaking News:

Babi dan Monyet Membuat Petani Jagung di OKU Timur Gelisah

Husnul, petani jagung ini mengaku heran dengan pola serangan hama babi dan monyet tersebut.

SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Petani jagung di Kecamatan Bunga Mayang resah setiap kali tanaman jagung mulai berbuah akibat serangan hama babi dan monyet. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Serangan hama babi dan monyet setiap menjelang musim panen jagung di wilayah Bunga Mayang, kabupaten OKU Timur masih menjadi ancaman.

Berbagai cara dilakukan petani untuk membasmi kedua jenis hama tersebut mulai dari memberikan racun, jaring, hingga menjaga kebun 1x24 jam.

“Petani melakukan ronda secara bergantian untuk menjaga tanaman jagung dari serangan hama babi dan monyet. Jika ditinggalkan sebentar saja, maka kedua jenis hewan tersebut akan menghabisi tanaman petani yang tentu saja membuat petani mengalami kerugian besar,” ungkap Jatmiko (42) petani jagung ketika ditemui dikebunnya Selasa (21/2).

Menurut Jatmiko, sejak penanaman dilakukan petani harus menunggu tanamannya dari serangan hama babi dan monyet, namun intensitas penjagaan berbeda ketika baru ditanam dengan ketika tanaman sudah mulai berbuah.

“Jika tidak ditunggu ketika baru ditanam, maka monyet dan babi akan mencongkel tanaman yang belum tumbuh. Demikian juga ketika mulai berbuah, mereka akan memakan dan mematahkan pohon jagung jika tidak dijaga,” katanya.

Sementara Husnul, petani lainnya mengaku heran dengan pola serangan hama babi dan monyet tersebut.

Menurutnya, ketika petani menjaga kebun, hama tidak akan menyerang. Namun sebaliknya, ketika petani meninggalkan kebun, maka baik monyet maupun babi akan langsung menghabisi tanaman petani.

“Pernah kami meninggalkan kebun beberapa jam karena merasa aman dari serangan hama, namun ketika kembali ternyata hama sudah masuk ke kebun dan memakan tanaman jagung cukup banyak,” katanya.

Sementara Kepala dinas TPH OKU Timur Ir Ruzuan Effendi mengatakan, salah satu upaya mengantisipasi serangan hama monyet dan babi tersebut adalah dengan memasang jerat atau memberikan racun. Namun jika menurut petani hal itu tidak efektif, petani bisa memelihara hewan jenis anjing dan sejenisnya.

“Biasanya babi dan monyet takut dengan suara anjing. Salah satu hewan yang ditakuti oleh babi dan monyet adalah anjing. Namun jika memelihara anjing agar jangan lupa menyuntiknya karena akan membahayakan pemiliknya dan warga lainnya,” katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved