Charta Politika Memastikan Nomor Urut 1 Peserta Pilkada Muba Menang

Korwil Charta Politika Sumsel Wawan Hasibuan menyatakan Paslon Nomor urut 1, H Dodi Reza Alex-Beni Hernedi sudah dipastikan menang.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Korwil Charta Politika Sumsel Wawan Hasibuan memonitor pergerakan angka Quick Count perhitungan Pilkada Musibanyuasin di kediaman Cabup Paslon Nomor urut 1, H Dodi Reza Alex Jl Merdeka Palembang, Rabu (15/2/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski perhitungan Pilkada Musibanyuasin berhenti 98,5 persen, namun Korwil Charta Politika Sumsel Wawan Hasibuan menyatakan Paslon Nomor urut 1, H Dodi Reza Alex-Beni Hernedi sudah dipastikan menang.

"Biasanya seperti penghitungan Pilkada OI cepat. Target kita 3 jam. Mulai dari jam 1 tadi. Ini karena faktor cuaca hujan deras. Jalan kota saja hancur. Kendala lapangan. 98 persen ini sejak jam 4 tadi. Sudah bisa dianggap selesai. Ini di luar perkiraan kita. Saat ini sudah 98,5 persen. Tinggal 1,5 persen itu sudah tidak mempengaruhi lagi," ungkap Wawan Hasibuan di sela-sela memonitor pergerakan angka Quick Count perhitungan Pilkada Musibanyuasin di kediaman Cabup Paslon Nomor urut 1, H Dodi Reza Alex Jl Merdeka Palembang, Rabu (15/2/2017).

Dijelaskannya jumlah sample 200 TPS margin error 1 persen. Metodenya stratified cluster random sampling. Dengan partisipasi pemilih 59,47 persen. Sedangkan Golput 40,53 persen.

Menurut Wawan, dari hasil quick count dengan data yang sudah masuk, pasangan no 1 unggul dari pasangan no 2. Paslon No 1 mendapat 77,1 persen. Sedangkan Paslon No 2 mendapat 22,9 persen. Dengan tingkat kepercayaan plus minus 99 persen margin of error plus minus 1 persen.

Hingga pukul 16.45 masih ada data dari 3 TPS yang belum masuk. Meliputi Sako Suban, Pangkalan Bulian, Tungkal Jaya yang berada di Kecamatan Batanghari Leko.

"Faktor geografis nyeberang sungai, hujan kondisi di sana. Dari 200 TPS kita menempatkan 1 kontributor mendapatkan kartu yang sudah diserver di Jakarta jadi nomor lain tidak bisa ngirim. SMS-nya sudah format baku. Jadi semua data terpusat di Jakarta," kata Wawan. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved