Berbahaya! 7 Interaksi Obat dan Minuman Ini

Minuman seperti jus buah dan kopi, dapat mengurangi efektivitas obat-obatan tertentu serta menimbulkan ancaman kesehatan yang serius bila dikombinasik

Editor: Bedjo
Tips UKM Online
Jeruk Bali. 

SRIPOKU.COM - Sebelum Anda minum obat dengan minuman apapun, kecuali air putih, sebaiknya bersikap waspada.

Berita Lainnya:  5 Interaksi, Obat dan Makanan yang Membahayakan

Minuman seperti jus buah dan kopi, dapat mengurangi efektivitas obat-obatan tertentu serta menimbulkan ancaman kesehatan yang serius bila dikombinasikan dengan beberapa obat resep.

Ahli toksikologi medis Lesile Dye, MD, FACMT memaparkan beberapa interaksi obat dan minuman yang berpotensi bahaya.

1. Jus grapefruit (jeruk Bali)
Grapefruit atau jeruk Bali berinteraksi secara negatif dengan lebih dari 50 jenis obat, termasuk statin. Karena efek jus jeruk Bali bertahan lebih dari 24 jam, minum obat-obatan pada waktu yang berbeda tapi kurang dari 24 jam, tidak akan mengatasi masalah.

2. Jus delima

Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah beberapa obat tekanan darah tinggi.

3. Susu, susu kedelai, smoothies berbasis susu

Kalsium dapat mengurangi efektivitas obat tiroid. Tunggu minimal empat jam setelah minum obat, barulah Anda bisa minum minuman yang kaya kalsium.

4. Kafein (termasuk kopi, teh hijau dan minuman energi)

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum bersama dengan stimulan.

Hindari minuman berkafein ketika Anda mengonsumsi efedrin (obat penekan nafsu makan), obat resep untuk asma dan amfetamin (seperti Adderall).

5. Minuman olahraga
Kalium dalam minuman olahraga dapat berbahaya bila digabungkan dengan beberapa obat gagal jantung atau obat hipertensi. Jangan lupa, pisang juga sangat kaya akan kalium.

6. Anggur (wine)

Minum wine bersamaan dengan obat antidepresan dapat menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung meningkat dan stroke. Hal yang sama berlaku untuk minuman berenergi.

7. Vitamin K
Vitamin K, yang juga ditemukan dalam brokoli dan kale, dapat mengurangi efek obat pengencer darah seperti coumarin atau warfarin.

Penulis : Lily Turangan
Sumber : Prevention.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved