Breaking News:

Median Jalan di Km 30 Inderalaya Sebabkan Kecalakaan Tunggal

Median jalan yang berada di Km 30 Kelurahan Timbangan Indralaya Ogan Ilir ditenggarai menjadi penyebab kecelakaan tunggal.

SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Toyota Avanza ini langsung terguling usai menabrak median jalan di Km 30 Inderalaya Ogan Ilir Sumsel. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA-- Bagi pengendara pemula khususnya yang melintas di jalan Palembang-Inderalaya, tepatnya di Km 30 Timbangan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), diminta untuk waspada.

Pasalnya, banyak pengendara belum mengetahui jika di badan jalan berjarak lebih kurang satu kilometer dari rumah makan tiga saudara Desa Pulau Semambu Inderalaya Utara saat ini, Selasa (1/11), telah dipasang median (pembatas) jalan.

Apabila tidak berhati-hati, tentu saja kondisi tersebut sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan nyawa pengendara. Seperti yang terjadi pada Sabtu (29/10) pagi lalu,  mobil Toyota Avanza warna silver bernopol BG 1320 PW, dari arah Inderalaya hendak menuju Palembang mengalami kecelakaan cukup parah usai menabrak median jalan tersebut.

Kecelakaan tunggal itu, terjadi lantaran kelalaian sopir yang tak mengetahui jika di tengah jalan tersebut sudah ada  pembatas (Median) Jalan.

Kerasnya hantaman menyebabkan Avanza mengalami ringsek berat khususnya pada bagian roda kanan depan yang nyaris terlepas dari bagian velg.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada insiden itu. Dari pengakuan warga setempat bernama Herman (38) mengungkapkan, sepanjang Oktober sudah tiga kali perisitiwa kendaraan menabrak median jalan tersebut.

Terakhir mobil Avanza dan satu minggu yang lalu Dump Truk tanpa muatan terjungkal usai menghantam pembatas badan jalan tersebut.

"Suara hantaman sempat terdengar jelas jarak radius lebih kurang 30 meter dari lokasi kecelakaan tunggal. Sudah seringkali peristiwa yang sama ini terjadi. Kami, minta kepada pengendara agar berhati-hati," kata Herman.

Ia meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Balai Besar Pelaksana Jalan agar menyediakan lampu penerangan di masing-masing sisi tengah trotoar pembatas jalan.

"Karena, pada malam hari penerangan jalan hanya mengandalkan penerangan manual yang bersumber dari rumah penduduk yang berlokasi di pinggir jalan. Itu pun tidak maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Satker BBPJN III Wilayah Sumsel I Alvin ketika dikonfirmasi via telepon seluler, nomor yang dituju terhubung. Namun, tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved