Mendikbud Imbau Maestro Seni Masuk Sekolah

Seniman dan budayawan sudah seharusnya terjun langsung serta berbaur dengan masyarakat. Muhadjir pun dengan bersemangat menerima undangan acara-acara

Mendikbud Imbau Maestro Seni Masuk Sekolah
Elshinta.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. 

SRIPOKU.COM, MADIUN - Seniman dan budayawan sudah seharusnya terjun langsung serta berbaur dengan masyarakat. Muhadjir Effendy pun dengan bersemangat menerima undangan acara-acara kebudayaan, seperti menonton acara wayang kulit semalam suntuk di Padepokan Seni Kirun di Madiun, Sabtu (22/10/2016). Ia bahkan turut serta mendalang untuk beberapa menit, menggantikan dalang Ki Arief Sarjono, dalam lakon Wiratha Parwa.

Berita Lainnya:  Di Kabupaten Ini, Murid Diperbolehkan Bawa Bantal dan Tidur di Sekolah

“Turun langsung ke acara seperti ini dalam rangka pendidikan karakter juga, supaya para seniman mau juga datang ke sekolah-sekolah untuk mengeluarkan pengalaman, dan kebolehannya masing-masing agar nanti peserta didik terinspirasi dan juga terdorong ikut serta meningkatkan kebudayaan,” ujarnya menjelang pagelaran wayang kulit.

Pagelaran ini menjadi bagian dari Gelar Budaya Purnama Sura Ruwatan Masal kerja sama Kemendikbud dan Padepokan Seni Kirun.

Muhadjir percaya akan kemampuan para maestro seni dan budayawan lokal, sehingga tinggal mengetuk niat dan komitmen mereka.

“Kita coba menggalang para seniman, termasuk misalnya seniman wayang. Banyak sekali keunggulan budaya lokal dan maestronya juga tidak kalah dengan yang di Jakarta. Selanjutnya, kita rangkul supaya mau mereka rame-rame datang ke sekolah berikan pembelajaran, pelatihan, dan menanamkan nilai-nilai luhur dari bangsa kita yang terdiri dari kearifan lokal," ucapnya.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Sri Hartini, pun mengungkapkan bangsa Indonesia sangat kaya akan budaya dan kearifan lokal yang mengerucut di dalam kehidupan bangsa. Sehingga, ekosistem budaya sangatlah penting untuk membina kebudayaan.

"Perlu ekosistem budaya yang hanya bisa diwujudkan dengan kerjasama di antara semua komponen dalam masyarakat. Dalam hal ini, titik beratnya adalah pelestarian budaya dan pembangunan karakter bangsa," kata Sri. (Susi Ivvaty)

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved