Kapolres OKI: Narkoba Sangat Berbahaya, Penegak Hukum Harus Bersih Narkoba

AKBP Amazona, menegaskan bahwa narkoba sangat membahayakan pengkonsumsinya, penegak hukum harus bersih narkoba.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kapolres OKI AKBP Amazona P SH SIk saat melihat proses tes urine terhadap perwira yang berada di ruangannya. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Sebanyak 30 Perwira di Jajaran Polres OKI dan dilengkapi 18 Kepala Kepolisian sektor (Kapolsek), dites urine secara mendadak di ruang kerja Kapolres OKI. Urine mereka diperiksa mendadak oleh Tim Medis intern di Polres OKI, Senin (24/10/2016).

Sebelum tes urine, perwira yang terdiri dari seluruh Kabag, Kasat, Kapolsek dan Kanit tadi, dikumpulkan di ruang kerja Kapolres OKI dengan agenda rapat rutin.

Usai rapat, tim medis langsung masuk ke ruang Kapolres, dalam kesempatan itu juga Kapolres meminta seluruh perwira tidak boleh keluar ruangan sebelum pemeriksaan urine.

Tak satupun perwira yang lolos dari pemeriksaan. Namun hasilnya, hingga kemarin sore belum dibeberkan. Pemeriksaan urine akan rutin dilakukan untuk mengantisipasi penegak hukum yang kemungkinan justru mengkonsumsi narkoba.

Kapolres OKI AKBP Amazona P SH SIk didampingi Wakapolres Kompol Ikhan SH mengatakan, bukan hanya urine bawahannya yang diperiksa, urine dirinya dan Wakapolres juga dilakukan hal serupa.

"Tujuan dilakukanya tes ini agar seluruh Perwira Polri di OKI bersih dari Narkoba, sebelum kita membersihkan anggota bintara dari penyelagunaan narkoba, kita harus lebih dulu memeriksa perwiranya," ungkap AKBP Amazona.

Mantan Kapolres Kepulauan Natuna ini menambahkan, pemeriksaan serupa juga akan dilakukan terhadap seluruh Bintara. Jadwalnya telah disiapkan namun tidak dipublikasikan ke publik. Bila nanti ada personil yang positif Narkoba, sanksi tegas hingga pemecatan akan dilakukan.

"Tes urine seperti ini akan kita lakukan secara rutin dan tidak terjadwal, berlaku bagi bintara dan perwira," terangnya.

Ditegaskan AKBP Amazona, bahwa narkoba sangat membahayakan pengkonsumsinya, penegak hukum harus bersih narkoba karena sebagai ujung tombak dalam pemberantasan narkoba.

"Untuk membersihkan narkoba di luar, harus dimulai dari intern institusi kepolisian," tutur Amazona yang mengakui urine dirinya juga diambil.

Ditambahkan kasi Propam Polres OKI Iptu Nanda Wisman, dari hasil pemeriksaan urine tersebut pihaknya belum mendapatkan hasilnya dari tim medis.

"Jika ada yang terindikasi memakai narkoba tentu akan kita periksa, untuk sanksinya kita serahkan kepada pimpinan," singkatnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved