Liput Bronjong Ambruk, Wartawan Terima Teror Oknum Sub Kontraktor

“Pemasangan plang papan proyek tutur Yudhi, diharuskan ka­rena merupakan kewajiban sesuai dengan Kepres No. 80

Penulis: Mat Bodok | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ilustrasi (kanan) dan kondisi bronjong yang ambruk (kiri) 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG--Proyek pembangunan bronjong, penahan badan jalan di Kelurahan Jua-jua Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terlihat jebol. Diduga ambruknya bangunan ini, karena ada aktivitas penimbunan di bagian bahu jalan dengan pasir dari Sungai Komering.

Bronjong ini dibangun dengan panjang 30 meter itu, juga tidak memasang Papan Nama, sehingga warga sekitar pun bingung. Sementara dari pihak dinas PU Cipta Karya Kabupaten OKI belum diketahui, apakah sudah melakukan teguran kepada pemenang tender, pengejaan proyek.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK

Kondisi bronjong yang ambruk.

Pantauan di lapangan, Rabu (19/10/2016), bronjong atau kerap dikenal sebagai penahan badan jalan, agar tidak ambruk itu justru terlihat jebol oleh tekanan air sungai dari dalam bahu jalan, ketika dilakukan penimbunan dengan cara penyedotan pasir di Sungai Komering untuk ditimbun ke pinggiran dam.

Bangunan sepanjang 8 meter dengan tinggi 2 meter itu, roboh seketika. Kini Dam yang roboh itu,  dalam perbaikan oleh pihak kontraktor.

Hanya saja, saat awak media hendak konfirmasi dan mengambil foto di sekitar bronjong itu, tiba-tiba datang pihak kontraktor yang marah-marah, bahkan dia pun dengan emosi menarik kerah baju salah seorang wartawan. Mereka mengancam akan mengeroyok.

“Mau apa kamu, jangan foto-foto, kamu jangan arogan,” kata Tn,  yang mengaku pekrjaan pembangunan dam tersebut miliknya.

“Jangan coba-coba dengan kami, aku sudah pusing diberitakan yang bukan-bukan,” tutur Toni yang menyebutkan pihaknya belum mengambil uang muka, dalam pekerjaan ini."Sdah jelas kami rugi."

Ancaman demi ancaman dilakukan oleh pihak kontraktor, supaya wartawan tidak diperbolehkan membuat berita. “Jangan dibuat lagi beritanya, awas kalau kamu buat,” tegas Toni yang didampingi beberapa rekannya menjaga proyek yang roboh.  

Akan Tegur Pihak Kontraktor

Secara terpisah Kadin PU CK Kabupaten OKI H Madani ST MM melalui Sekretaris PU CK Ricardo ST mengatakan, jika ada ada pengancaman yang dilakukan oleh sub kontraktor itu tidak benar. Pihak kontraktor akan dipanggil dan nanti akan dilaporkan ke pimpinan terkait adanya wartawan yang diancam.

“Jelas salah, jika pihak kontraktor melarang wartawan meliput, apalagi mengancam dengan mengangkat guluh (kerah) baju. Saya belum dapat laporan dan baru tahu karena ada tindakan kontraktor seperti itu,” ujar Ricardo.

Masih kata Ricardo, pihaknya selalu pemerinahan meminta maaf dengan wartawan yang bersangkutan dan nanti pihak kontraktor segera dipanggil dan nanti biar pimpinan yang memberikan teguran tegas.

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved