Usai Melumpuhkan Jambret, Dua Wanita Ini Masuk Rumah Sakit

Dua wanita ini berhasil melumpuhkan pelaku jambret yang membawa kabur tas berisi uang Rp 3,3 juta. Apesnya mereka menabrak mobil.

Editor: Tarso
Usai Melumpuhkan Jambret, Dua Wanita Ini Masuk Rumah Sakit - rita-patah-tangan_20161003_215118.jpg
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Mardiah, korban jambret patah tangan setelah berhasil melumpuhkan pelaku jambret.
Usai Melumpuhkan Jambret, Dua Wanita Ini Masuk Rumah Sakit - dua-tsk-jambret_20161003_215105.jpg
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Dua tersangka jambret saat diamankan di Polda Sumsel.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tak rela tas yang didalamnya terdapat dompet yang berisikan uang tunai sebesar Rp 3,3 juta beserta beberapa kartu identitas penting lainnya ditarik pelaku jambret.

Sontak membuat Mardiah (24), menyuruh temannya, Rita Analisa (24) yang saat itu memboncengkannya menggunakan sepeda motor untuk melakukan pengejaran.

Tak sia-sia, berkat aksi pengejaran yang dilakukannya tersebut, dua orang pelaku yang diketahui bernama Jeriansyah alias Mat (20) dan Wardana Wendi alias Wendi ( 17), behasil dikejar oleh korbannya hingga kemudian ditendang sampai terjatuh dari sepeda motornya lalu diamankan.

Namun sial menghampiri kedua korban yang masing-masing tercatat sebagai warga Tanjung Lubuk OKI dan Jagaraga OKU Selatan itu.

Akibat melakukan pengejaran dengan kecepatan tinggi, keduanya terpaksa menabrak sebuah mobil hingga membuat keduanya terjatuh dari sepeda motor.

Akibatnya, keduanya pun mengalami luka-luka lecet di bagian muka dan tangan patah. Bahkan akibat luka tersebut, korban Mardiah harus menjalani opname di Rumah Sakit.

Menurut keterangan tersangka Mat, kejadian tersebut terjadi di Jalan R Soekamto persisnya di depan SPBU pada Sabtu (1/10) sekitar pukul 20.00 berawal saat ia diajak rekannya, Wendi untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut.

"Pas hendak sampai itu, tiba-tiba Wendi yang membawa sepeda motor Suzuki FU berwarna hijau metalik melihat tas yang sedang dipangku korban. Dan saya kemudian disuruh untuk menariknya," jelasnya saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (3/10).

Setelah mendapat suruhan tersebut, dikatakan tersangka warga Mata Merah Lorong Padat Karya RT 24 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang itu, ia pun tanpa pikir panjang langsung menariknya hingga kemudian berhasil menguasai tas korban tersebut.

"Tidak tahunya korban terus mengejar dan saat itu korban behasil mengejar hingga akhirnya menendang sepeda motor kami hingga akhirnya membuat kami terjatuh," terangnya.

Namun, dikatakannya, karena saat itu korban juga dalam kecepatan tinggi sehingga korban akhirnya tidak bisa mengendalikan sepeda motornya lalu menabrak sebuah mobil dan terjatuh juga.

"Setelah kami terjatuh, kemudian kami diamankan beramai-ramai," ungkapnya seraya mengaku jika baru satu kali melakukan aksi penjambretan.

Sementara itu, tersangka Wendi yang juga tercatat sebagai tetangga tersangka Mat, mengatakan, setidaknya ia telah sebanyak lima kali melakukan aksi penjambretan.

"Sudah lima kali ini menjambret. Biasanya saya menjambret di kawasan Lemabang dan PTC," jelasnya.

Dalam beraksi, dikatakan tersangka yang hanya tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, ia mencari mangsa yang sedang berjalan sambil menelpon atau bermain ponsel.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved