Proyek Normalisasi Anak Sungai Ini Menjadi Perhatian
Kesulitan kontraktor untuk melakukan normalisasi itu, disebabkan pemukiman warga tak jauh dari anak sungai yang akan dilakukan pengerukan.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Terkait pekerjaan normalisasi anak Sungai Tanjung Rancing Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian instansi terkait.
Dinas PU Cipta Karya akan memanggil kontraktor agar pekerjaan itu segera dibenahi.
Pantauan di lapangan, normalisasi sungai yang menelan dana APBD sebesar Rp 900 juta itu, dikerjakan asal jadi. Sehingga, air yang seharusnya mengalir kebawah, ketempat yang rendah malahan naik yang disebabkan air tersumbat..
Kadin PU Cipta Karya Madani ST MSi melalui Sekretaris Ricardo ST didampingi Kabid Perairan Amir ST, dan staf PU CK, Ire, Senin (26/9/2016) mengatakan, kalau memang normalisasi itu, dipersoalkan masyarakat, maka pihak kontraktor akan dipanggil dan diminta segera memperbaiki pekerjaannya.
Dikatakan Ricardo, menurut analisa dinas PU, pekerjaan itu sudah sesuai dengan standar pekerjaan. “Volume pekerjaan itu panjang 4,2 kilometer. Untuk galian atas 7 meter, galian bawah 2-3 meter itu pun bervariasi,” kata Ricardo seraya menyebutkan untuk bantaran sungai selebar 15 meter.
Kesulitan kontraktor untuk melakukan normalisasi itu, disebabkan pemukiman warga tak jauh dari anak sungai yang akan dilakukan pengerukan.
“Ini bersyukur alat berat bisa masuk dan mengeruk sungai. Mengenai kerukan ada yang lompat-lompat itu akan kami cek, selagi sungai belum naik, besar,” ujar Ricardo panjang lebar sebab, pekerjaan tersebut belum seratus persen dan belum dibayar.
Ditambahkan Amir, pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai standar. Mengenai air tidak mengalir disebabkan ada kenakalan warga yang membuang sampah di aliran sungai yang seharusnya tidak boleh dan dilarang pemerintah,” ungkap Amir seraya mengucapkan terimakasih yang telah memberikan informasi ini.
Ire berpendapat bahwa pekerjaan itu sudah baik dan semua kotoran tanah diangkut ke atas. Namun, ketika ditanya mengapa air apabila tidak hujan, air pembuangan limbah rumah tangga bukan mengalir ke saluran sungai, malahan air tersebut naik, berbalik yang disebabkan ada tanah yang tak terkeruk.
“Semua sudah keruk dan akan saya cek kalau memang masih ada akan dipanggil pekerja untuk dilakukan pembersihan secara manual,” kilah Ire yang bersih keras pekerjaan yang diawasinya sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/proyek_20160926_212243.jpg)