Laporan Wartawati Sripo dari Mekkah

Seorang Jemaah Kloter 13 Sempat Tertinggal Melontar di Jamarat

Wartawan Sripoku.com di Mekkah Hj Harina Asiana, Kamis (15/9/2016) melaporkan, sebagian besar jemaah haji Kloter 13 Palembang mengambil nafar awal

Penulis: Husin | Editor: wartawansripo
sripoku.com/harina
Jemaah haji Kloter 13 Palembang melakukan tahallul usai melontar Jumroh Aqoba di Mina 

SRIPOKU.COM, MEKKAH - Seorang jemaah haji Kloter 13 Palembang Muhammad
Ali tertinggal saat melontar hari kedua melontar di Jamarat.
Jemaah haji tergabung di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
Nur Indayu ini kehilangan rombongan dan diselamatkan jemaah haji
asal Jawa Timur.

Wartawan Sripoku.com di Mekkah Hj Harina Asiana, Kamis (15/9/2016)
melaporkan, sebagian besar jemaah haji Kloter 13 Palembang
mengambil nafar awal (mendahulukan haji) dan bersegera menuju
Mekkah untuk melaksanakan thawaf ifadha dan sai. Dari jumlah itu,
terdapat enam orang jemaah yang mengambil nafar tsani.
Dari keterangan seorang jemaah yang mengambil Nafar tsani didapat
informasi, ada jemaah dari Jawa Timur yang mengatakan bahwa ada
seorang jemaah dari kloter 13 yang tertinggal di Maktab Jawa Timur.

"Saat dicek ulang, ternyata jemaah itu Muhammad Ali yang terlihat
kelelahan dan memang beradal dari Kloter 13 PLM," katanya.

Saat dijemput di Maktab Jawa Timur, petugas Kloter dan pengurus
KBIH langsung mengurus dan membawa jemaah tersebut ke jarwal
taisyir. Begitu pulih dari kelelahan, Muhammad Ali bercerita,
saat dia baru saja pulang melontar, ternyata rombongan dari KBIH
Nur Idayu tidak ada lagi di maktabnya.

"Alhamdulillah, jemaah haji itu bisa bergabung kembali," katanya.
Harina Asiana juga melaporkan, jemaah haji Kloter 13 baru kemarin
pagi sekitar pukul 08.00 WAS melaksanakan thawaf ifadha dan sai
yang ditutup dengan tahallul tsani. Semua proses itu baru
diselesaikan hingga pukul 11.00. Begitu selesai, jemaah haji
tidak langsung pulangke hotel tetapi menunggu azan zuhur lebih
dahulu. 

Pantauan Sripoku.com di Mekkah, sebagian besar jemaah haji Sumsel sudah
selesai melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. Bahkan, untuk
Kloter 1 dan seterusnya, kini bersiap-siap untuk terbang ke
Palembang. Sosialisasi soal berapa berat barang bawaan yang
dibolehkan untuk dibawa dan mana yang dilarang sudah
disosialisasikan petugas sektor melalui Ketua Kloter masing-masing, termasuk mendapatkan jatah lima liter air zamzam.
Namun sejumlah jamaah mengaku patuh dengan larangan tidak membawa
air zamzam dalam kopor, namun berharap pemerintah dapat menambah
jatah mereka, yang tahun ini ditetapkan sebanyak lima liter per
orang.

"Kami patuh karena itu aturan. Tapi kalau hanya lima liter itu
kurang, saya harap ada solusi dari pemerintah karena kita tidak
boleh membawa sendiri," kata seorang jamaah.
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah melakukan
sosialisasi berjenjang kepada kepala sektor hingga ketua regu
bahwa jamaah dilarang membawa air zamzam dalam kopor karena akan
membahayakan penerbangan. Petugas mengingatkan, membawa barang
yang dilarang dalam kopor, seperti air zamzam, hanya akan merugikan jemaah. Kopor yang terbukti membawa barang terlarang berpeluang besar dibongkar di bandara yang dapat mengakibatkan
keterlambatan penerbangan sehingga merugikan seluruh jemaah.

Editor: Welly Hadinata

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved