Cara Baru, Deteksi Pengemudi Penghisap Ganja

Mengemudi sehabis mengonsumsi Tetrahydrocannabinol (THC) terkandung dalam ganja, terlarang di Amerika Serikat (AS). Buat petugas di lapangan ada dua c

Editor: Bedjo
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM , California - Mengemudi sehabis mengonsumsi Tetrahydrocannabinol (THC) terkandung dalam ganja, terlarang di Amerika Serikat (AS). Buat petugas di lapangan ada dua cara untuk mendeteksinya, yaitu uji darah atau air seni, namun pada praktiknya sulit dilakukan dadakan di jalanan.

Berita Lainnya: Dua Pemuda Isap Ganja Depan Mapolres Empatlawang

Mengetes kandungan darah lewat praktek medis sebenarnya gampang, namun masalahnya mengambil contoh darah di jalanan tidak selalu diperbolehkan dalam aturan penegakan hukum. Sementara itu meminta air seni buat diuji juga terkadang diprotes karena tidak nyaman.

Solusi datang dari laboratorium Shan Xiang Wang di Universitas Stanford, California, AS. Para peneliti mengembangkan cara baru mendeteksi ganja dari air liur. Sebuah prototipe alat telah diciptakan, hanya butuh tiga menit untuk mendapatkan hasilnya.

"Mendeteksi ganja dari air liur akan memangkas pengambilan contoh darah dan urin," kata profesor Wang seperti diberitakan Carscoops, Minggu (28/8/2016).

Nantinya perangkat baru ini bisa terintegrasi dengan ponsel via bluetooth. Laboratorium kini fokus menjadikannya alat yang benar-benar bisa digunakan di lapangan. Rencananya tahun depan, produk revolusioner ini sudah terwujud.

Penulis : Febri Ardani Saragih

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved