Lima Tahun Terbengkalai, Saifudin Aswari Minta Jembatan Lematang II Segera Dirampungkan

Pasalnya, pengerjaan yang sudah memakan waktu lima tahun tersebut hingga kini belum ada tanda tanda kelanjutan.

Lima Tahun Terbengkalai, Saifudin Aswari Minta Jembatan Lematang II Segera Dirampungkan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Tampak kondisi terkini bangunan Jembatan Lematang II yang masih berupa tiang. 

SRIPOKU.COM, LAHAT --- Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I, SE meminta Jembatan Lematang II yang saat ini baru berupa tiga tiang pancang segera dirampungkan.

Pasalnya, pengerjaan yang sudah memakan waktu lima tahun tersebut hingga kini belum ada tanda tanda kelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan pantauan Sabtu (6/8/2016).

Bangunan yang melintang di atas Sungai Lematang yang menghubungkan Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat dan Kecamatan Pulau Pinang ini masih berupa tiga tiang pancang.

Aswari sendiri dalam sebuah pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu meminta agar pengerjaan Jembatan Lematang II dapat segera dirampungkan.

Tak hanya itu, saat kunjungan anggota DPRD Provinsi yang dipimpin wakil Ketua DPRD Sumsel Novran Marjani, Aswari juga mendesak agar proyek milik provinsi tersebut segera dilanjutkan.

"Sudah lima tahun pembangunan tak kunjung dilanjutkan. Jembatan itu sangat berarti bagi Lahat untuk mengembangkan pembangunan. Apalagi Lahat tidak bisa membangun di Kota Lagi sebab tanah banyak milik PT KAI dan TNI AD," ungkap Aswari, dihadapan anggota DPRD Sumsel, beberapa waktu lalu, di Kecamatan Merapi Barat, Lahat.

Dilanjutkan Aswari, selain menjadi penghubung desa ke desa yang dipisahkan oleh sungai juga merupakan akses jalan alternatif untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas kendaraan sekaligus sebagai solusi pengurangan beban bagi Jembatan Lematang I yang ada di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Kota Lahat.

"Kita tahu bahwa Kabupaten Lahat ini dialiri oleh banyak Sungai, diantaranya Sungai Lematang. Sehingga, keberadaan jembatan ini sangat penting dan juga membuka akses desa-desa yang masih terisolir sehingga pembangunan pun dapat berjalan dengan merata," terangnya.(*)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved