Breaking News

Generasi Yang Dirindukan

Masa depan bangsa dan Negara di masa yang akan datang berada di tangan anak-anak sekarang.

Editor: Darwin Sepriansyah
IST
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM --- Anak adalah merupakan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan suatu bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasionalnya. Anak adalah aset bangsa. Masa depan bangsa dan Negara di masa yang akan datang berada di tangan anak-anak sekarang. Semakin baik kepribadian anak sekarang maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa itu. Begitu pula sebaliknya. Apabila kepribadian anak tersebut buruk maka akan buruk pula kehidupan bangsa yang akan datang. Menyimak kutipan tersebut di atas kita dapat memahami, bahwa betapa pentingnya seorang anak bagi suatu bangsa untuk dapat melanjutkan perjuangan bangsa sebagai generasi penerus. Begitu pula halnya di Indonesia, keberadaan anak sangat memegang peranan penting di dalam melanjutkan kehidupan bangsa dan negara menuju masa depan yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Jika suatu negara menginginkan suatu kemajuan di masa depan, maka hendaknya negara yang bersangkutan, sejak awal benar-benar memberikan perhatian besar terhadap keberadaan anak di negara yang bersangkutan, baik mengenai tumbuh kembang awas anak, pendidikannya, kesehatannya, masa depannya dan sebagainya, sehingga anak yang bersangkutan kelak berguna bagi negaranya. Di negara kita tercinta saat ini sedang berlangsung peristiwa yang sangat melukai hati nurani kita di antaranya adalah kekerasan pada anak. Peringatan Hari Anak Nasional yg diperingati pada tanggal 23 Juli pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk membangkitkan kepedulian dan juga partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, memberikan yang terbaik bagi anak kita, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta menghargai pendapat anak. Dalam hal ini, anak-anak lebih memerlukan perhatian, dukungan dan keamanan.

Hari Anak Nasional merupakn hari untuk mengingatkan kita semua, seluruh komponen bangsa mengenai tugas dan kewajiban kita masing-masing untuk membangun generasi anak Indonesia yang lebih baik, lebih handal, dari semua segi, menjadi lebih baik dari generasi sekarang. Suatu bangsa akan maju apabila generasi pengganti lebih baik dari generasi yang diganti. Makna lain yang bisa kita ambil dari adanya peringatan HAN adalah sebagai sarana untuk mengingatkan kita betapa pentingnya anak sebagai aset bagi keluarga dan negara. Hak-hak mereka untuk belajar dan di berikan kasih sayang masih di nilai belum sepenuhnya di rasakan oleh anak bangsa ini.

Sebagai warga negara yang baik dan orang tua yang baik,mari kita jadikan anak-anak saat ini sebagai aset tak ternilai di kemudian hari yang akan membangun bangsa ini lebih baik, makmur dan sejahtera dengan mendidik dan menyayangi mereka dengan sebaik mungkin. Untuk dapat mewujudkan itu semua tentunya sangat di butuhkan usaha yang ekstra keras dan juga bantuan serta partisasi dari semua kalangan. Membahas masalah anak tentulah tidak lepas dari peran orang tua, lingkungan serta pendidikan yang termasuklah di dalamnya adalah para guru. Ketiga hal tersebut adalah ujung tombak terwujudnya generasi anak yg sesuai dengan harapan kita semua. Dengan pendidikan utama di mulai dari rumah yang merupakan madrasah pertama bagi anak, tentulah tidak terlepas dari keterlibatan para orang tua yang diharapkan mampu memberikan yang terbaik dan lebih mengutamakan kebutuhan anak. Para orang tua dapat memulainya dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mewujudkan peningkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak.

Lingkungan yang kondusif harus dimulai dari dalam keluarga karena keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dapat menciptakan anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air, melalui pengasuhan yang berkualitas. Pengasuhan yang berkualitas juga dapat membangun karakter anak serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dari sejak usia dini. Namun kondisi keluarga di Indonesia tidak semuanya mempunyai kualitas yang memadai untuk dapat memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak. Banyak keluarga yang belum memahami peran, tugas dan kewajiban sebagai orang tua untuk memenuhi hak anak-anaknya.

Banyak para orang tua yang meninggalkan anaknya untuk bekerja di luar rumah, padahal sang anak sedang dalam tumbuh kembang dan butuh pendampingan oleh orang tuanya. Situasi semacam ini tentunya tidak akan menjadi permasalahan apabila orang tua siap menyikapi tantangan jaman. Pola pengasuhan yang berkualitas harus menjadi konsep utama, dengan memberikan pemenuhan hak anak dan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Dengan kata lain, ketahanan keluarga harus lebih ditingkatkan sehingga orangtua/keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam pembentukan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Setelah peran orang tua/keluarga, yang kedua adalah lingkungan sosial masyarakat juga sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah-masalah yang dialami anak. Partisipasi, kepedulian dan kepekaan masyarakat sangat diperlukan sebelum anak menjadi korban darikekerasan, eksploitasi dan diskriminasi yang dilakukan oleh orang dewasa lainnya atau antar teman sebaya seperti perbully-an.

Peringatann Hari Anak Nasional (HAN) ini diselenggarakan dengan memperhatikan berbagai peristiwa dan kejadian yang menimpa dan dialami sebagian anak Indonesia beberapa waktu terakhir ini dimana pemberitaan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak semakin sering di berbagai media. Menanggapi hal inipemerintah telah meresponnya melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak, yang menginstruksikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk mencegah dan memberantas kejahatan seksual terhadap anak. Namun dengan Pemerintah saja belumlah cukup. Hendaknya Pemerintah dan masyarakat/warga negara diharapkan bersinergis untuk menaruh perhatian sepenuhnya terhadap anak-anak, oleh karena masih banyak warga masyarakat kita yang masih melakukan kekerasan terhadap anak.Dan tidak hanya itu saja, terdapat pula Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Badan atau organisasi KPAI ini fungsinya adalah sebagai institusi independen yang mengawasi pelaksanaan upaya perlindungan anak yang dilakukan oleh institusi negara serta melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh negara. Komisi ini betul-betul sangat memperhatikan terhadap hak-hak seorang anak. Tidak sedikit kasus-kasus terhadap kekerasan maupun pelecehan terhadap seorang anak terungkap dan tertangani, bila perlu membawa pelakunya ke meja hijau. Dengan memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh KPAI, kita perlu menaruh apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukannya, meskipun demikian peran serta dari semua pihak masih perlu disinergiskan, sehingga kekerasan maupun pelecehan terhadap anak di kemudian hari semakin bisa dikurangi, bila perlu tidak ada lagi kasus penelantaran, pelecehan, maupun kekerasan terhadap anak. KPAI juga dapat secara langsung memberikan saran dan menyampaikan secara langsung kepada Presiden tentang berbagai upaya yang dapat dilakukan terkait dengan perlindungan anak di negara kita. Untuk itu, semua elemen masyarakat terkait harusmaubekerja sama mewujudkann lingkungan yang kondusif bagi peningkatan tumbuh kembang dan perlindungan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Harapan dari momen Perayaan HAN 2016 ini adalah untukmengetuk hati nurani dan menumbuhkan semangat partisipasi setiap individu, orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha serta instansi pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam memenuhi hak dan melindungi hak anak. Kehadiran seorang anak adalah berkah dan merupakan aset bangsa yang dilimpahkan oleh Maha Pencipta untuk kita pelihara, dibesarkan, dididik serta ditingkatkan kualitas hidupnya sebagai pelanjut generasi mendatang. Hak-hak azasi anak harus mendapat perhatian dari kita semua, utamanya dari pihak orang tua untuk bertanggung jawab dalam kelangsungan hidupnya-hidupnya.

Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum bagi kita semua untuk dapat mengintrospeksi diri, sejauh mana sudah kita bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup anak, guna mendapatkan hak yang layak bagi setiap anak yang lahir ke dunia fana ini. KPAI, baik di pusat maupun di daerah mempunyai peranan yang amat penting di dalam memperjuangkan hak-hak anak di seluruh nusantara, serta semakin ditingkatkan peranannya dan sinergitasnya dengan semua komponen di dalam membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Setiap anak berhak mendapat perlindungan dari semua pihak. Untuk itu kiranya semua komponen harus dituntut kepeduliannya dalam keberlangsungan hidup anak, sehingga setiap anak mendapat perhatian dan kehidupan yang layak sesuai dengan Undang-undang. Kekerasan dan pelecehan anak harus distop. Dengan memberikan pendidikan yang tepat, pengajaran yang tepat baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial serta lingkungan sekolah, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang menghasilkan generasi yang lebih baik di masa depan dan menjadi harapan bangsa ini.(*)

Pengirim

Nama : Marni,S.Pd.SD
Aktifitas : Mengajar di SD N 139 Palembang
Alumni : Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa 17

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved