Sergap Pelaku Illegal Tapping, Polisi Diberondong Tembakan Senpi Rakitan

Aksi penangkapan para pelaku berlangsung seru, disebabkan tiga dari tujuh pelaku menembaki petugas.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Mobil pelaku illegal tapping saat diamankan jajaran Polres Prabumulih setelah penggerebekan aksi pencurian minyak di wilayah Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Tujuh pelaku pencurian minyak mentah (Illegal Tapping) milik PT Pertamina EP Asset 2 di unit 7 desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih, diringkus Tim khusus Polres Prabumulih bersama petugas keamanan Pertamina, Kamis (14/7/2016) sekitar pukul 17.30 WIB.

Tujuh pelaku melakukan aksi pencurian minyak dengan cara menghottap pipa minyak pada jalur pipa 6 inch Pagar Dewa-PPP Prabumulih Desa Karya Mulya. Tujuh pelaku Ilegal Tapping antara lain, Hanif (23) dan Tipen (36), keduanya warga Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, lalu Hadi (33) dan Yanda (39), warga desa Negeri Agung Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat dan Pendi (43), warga Kota Baru desa Pagar Gunung Kabupaten Muaraenim. Selanjutnya, Safuan (36) warga Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan M Ali Mustofa (43) warga Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Prabumulih.

Aksi penangkapan para pelaku berlangsung seru, disebabkan tiga dari tujuh pelaku menembaki petugas. Beruntung petugas sigap berhasil melumpuhkan para pelaku dengan melumpuhkan tiga pelaku menggunakan timah panas.

Selain meringkus tujuh pelaku, petugas juga berhasil mengamankan beserta 3 unit kendaraan berupa 1 unit xenia merah marun nomor polisi (nopol) BG 1794 PV, 1 unit Kijang Innova hitam nopol B 1362 BOG dan Avanza Putih nopol BG 1786 OY berikut sepeda motor Mio Soul hijau nopol BG 6087 CM. Polisi juga mengamankan selang 1 inci sepanjang 50 meter dan 116 jeriken berisikan minyak mentah dengan berat sekitar 4,5 ton dan 2 pucuk senpi rakitan jenis pistol.

Diringkusnya tujuh pelaku ilegal tapping ini bermula ketika petugas melakukan patroli rutin di sepanjang jalur pipa minyak kondensat jalur Pagar Dewa-PPP Prabumulih. Saat melakukan patroli, petugas melihat beberapa orang mencurigakan dari dalam hutan, petugas lalu melakukan pengintaian dan menelusuri arah para pelaku yang membawa kendaraan bagus masuk ke dalam hutan. Setelah melakukan pengintaian, petugas mendapati para pelaku sekitar 13 orang tengah melakukan pencurian minyak dengan cara Hottap pipa 6 inci jalur pagar dewa tersebut.

Mendapati itu tim kemudian meminta bantuan anggota Polsek RKT lalu melakukan penyergapan terhadap para pelaku. Namun bukan menyerah tapi tiga pelaku menembaki petugas menggunakan senjata rakitan hingga terjadi aksi saling tembak. Alhasil, petugas berhasil mengepung lokasi dan melumpuhkan tiga pelaku yang membawa senp rakitan. Petugas akhirnya meringkus tujuh pelaku, sementara pelaku lainnya berhasil kabur masuk semak belukar.

Pendi, satu diantara pelaku mengaku melakukan pencurian sudah lama dan dirinya hanya disuruh serta tergiur upah dari para otak pelaku.

"Saya hanya disuruh, ikut-ikutan saja. Saya mengangkut minyak itu baru dua kali paka mobil, katanya banyak yang mesan makanya saya ikut," ungkap Pendi yang dibincangi di RS Pertamina saat mendapat perawatan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP melalui Kabag Ops, Andi Supriyadi SH SIk MH mengatakan, tujuh pelaku telah diamankan sementara para pelaku lain masih dalam pengejaran pihaknya.

"Para pelaku telah kita amankan, pelaku lain masih kita buru. Tiga dari tujuh pelaku terpaksa kita tembak karena melawan petugas dan berusaha kabur," tegasnya.

Pencurian minyak mentah.

Salah satu tempat pencurian minyak mentah yang diamankan pihak Polres Prabumulih. (TRIBUN SUMSEL/EDISON)

Terpisah, General Manager PT Pertamina EP Asset 2, Ekariza mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas para pelaku pencurian migas bersama jajaran kepolisian, TNI dan pihak lainnya.

"Hukuman serius akan menanti para pelaku pencurian, kami berupaya serius dalam usaha pencarian minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan Nasional, namun jika diganggu kami tentu tidak akan tinggal diam," jelasnya.

Ekariza menuturkan, aset Pertamina adalah milik Negara sehingga membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk menjaga dan melaporkan apabila menemukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Pertamina berterimakasih kepada seluruh stakeholder dalam hal ini Polres Prabumulih atas dukungannya terhadap kegiatan operasional selama ini, kami berharap agar kita dapat terus bersinergi tanpa henti," pintanya. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved