Mutiara Ramadan
Mengenal Surga Dan Neraka
ALLAH menyiapkan tempat bagi hamba-hamba-Nya sesuai dengan hasil yang diperoleh mereka selama diberikan kesempatan mengumpulkan amal ibadah di alam du
OLEH: DRS.H.SYARIFUDDIN YA'CUB MHI.
SRIPOKU.COM - ALLAH menyiapkan tempat bagi hamba-hamba-Nya sesuai dengan hasil yang diperoleh mereka selama diberikan kesempatan mengumpulkan amal ibadah di alam dunia.
Bagi yang lalai, maka lebih banyak amal kejahatannya, nerakalah tempatnya. Bagi yang selalu ingat akan hari pembalasan, mereka lebih banyak amal kebaikannya, maka surgalah tempatnya.
Berita Lainnya:
Bulan Melipat-Gandakan Amal Kebaikan
Bagaimana kedahsyatan siksa di neraka, Rasulullah SAW menggambarkannya dalam keterangan beliau; Artinya: Dari Ibnu Mas'ud ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Pada hari Kiamat nanti neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, di mana setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat". (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Di dalam keterangan beliau, dari Nu'man bin Basyir ra. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya seringan--ringan siksaan ahli neraka nanti pada hari kiamat yaitu seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara (api) dan dapat mendidihkan otaknya, ia berpendapat bahwa tidak ada seorangpun yang lebih berat siksaannya, padahal siksaan itu adalah siksa yang paling ringan bagi ahli neraka,"(Riwayat Bukhari dan Muslim).
Bagi mereka yang lalai menyiapkan diri akan hari pembalasan ini, tidak dapat mengelak dari keputusan Allah SWT yang Maha Adil. Mereka dimasukkan ke neraka melalui 7 pintu neraka.
Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril As.: "Siapakah yang masuk lewat pintu-pintu tersebut? Jawabnya: "Orang Munafik, melewati pintu paling bawah, termasuk orang kafir akibat menentang mu'jizat Nabi Isa as., dan golongan Fir'un, nama pintu itu Al- Hawiyah. Sedang pintu kedua disebut Jahim dan yang melewatinya adalah kaum musyrikin. Dan pintu ketiga disebut Saqar, dilewati kaum Shabi'in. Dan pintu keempat disebut Ladhaa dilewati Iblis dan penyembah api (Kaum Majusi) Dan pintu kelima disebut Huthamah, dilewati orang-orang Yahudi. Dan pintu keenam disebut Sa'ir, dilewati orang- orang Kristen."
Kemudian diamlah Jibril, rupanya dia menghargai Rasulullah SAW sampai beliau bertanya: "Kenapa pintu ketujuh tidak engkau jelaskan, Jibril? Jawabnya: "Pintu yang dilewati ummatmu yakni orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar, tetapi tidak bertaubat hingga datang ajalnya (sampai mati). Lalu beliau pingsan mendengar penjelasan tersebut, sampai Jibril meletakkan kepala beliau di atas pangkuannya." Baru setelah sadar beliau bersabda: "Hai Jibril, sungguh aku sangat gelisah dan penuh prihatin, betulkah seseorang dari umatku akan masuk neraka?" Jawabnya: "Betul, yakni umatmu yang selalu melakukan dosa-dosa besar". Surga.
Kenikmatan di dalam surga adalah abadi sebagaimana telah ditegaskan pada surat as-Zumar. Sejalan dengan itu Rasulullah SAW bersabda: "Diserukan oleh orang yang menyerukan; wahai penduduk surga, sesungguhnya untukmu adalah kesehatan, maka kamu tidak akan sakit selama-lamanya. Untuk kamu adalah kehidupan, maka kamu tidak pernah mati selama-lamanya. Untuk kamu selalu muda, maka kamu tidak akan tua selama-lamanya. Untuk kamu selalu bersenang-senang, maka kamu tidak akan susah selama-lamanya." (Hadits melalui Abu Hurairah ra.)
Surga itu bertingkat-tingkat dan dianugerahkan Allah SWT sesuai derajat masing-masing dalam melaksanakan kebajikan ketika di dunia.
Rasulullah SAW bersabda: Artinya: "Surga itu terdiri dari 100 tingkat, jarak antara satu tingkat dan tingkat lainnya seperti jarak antara bumi dan langit." (HR.Imam Bukhari Muslim, melalui Abdullah bin Umar ra.)
Artinya: "Mereka di dalam surga diberi perhiasan dari gelang emas, mutiara, dan memakai pakaian surga,"(QS.22 al-Hajji:23). Rasulullah SAW memberikan penjelasan; Artinya: "Barang siapa yang masuk surga, pasti ia bersenang-senang dan tidak ada pakaian jelek dan segala kemudahan tidak pernah hilang. Sesuatu yang di dalam surga itu tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga atau tidak pernah terguris dalam hati manusia," (HR. Imam Muslim, melalui Abu Hurairah ra.)
Makanan penduduk surga seperti burung-burung yang gemuk, buah-buahan, manna dan salwa, madu, susu sebagaimana firman Allah SWT: Artinya: "Setiap mereka memperoleh pemberian di dalam surga dari sekian jenis buah-buahan." Mereka berkata : Ini seperti rizki yang diberikan kepada kita dahulu," (QS.2 al-Baqarah: 25)
Kekuatan makan dan minum serta bersetubuh diberi kekuatan setara 100 laki-laki, dan semua yang dimakan dan diminum menjadi keringat yang berbau kasturi (HR. Imam Nasai, melalui Zaid bin Arqam ra.isnad shahih).