Mutiara Ramadan

Bulan Melipat-Gandakan Amal Kebaikan

SEJAK bulan Rajab, Rasulullah SAW menuntun umatnya berdoa yang artinya: "Ya Allah beri barokalah kami di bulan Rajab dan Syakban serta sampaikanlah ka

Editor: Bedjo
jihajumi.blogspot.com
Ilustrasi. 

OLEH:DRS.H.SYARIFUDDIN YA'CUB MHI.

SRIPOKU.COM - SEJAK bulan Rajab, Rasulullah SAW menuntun umatnya berdoa yang artinya: "Ya Allah beri barokalah kami di bulan Rajab dan Syakban serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan." Barokah artinya banyak manfaat dan kebaikan.

Berita Lainnya: Upaya Mencapai Derajat yang Tinggi

Rajab adalah salah satu dari empat bula Harom, berpuasa satu hari di bulan Rajab (Harom) setara dengan 30 hari berpuasa di bulan lain, sedangkan satu hari berpuasa di bulan Ramadan setara dengan 30 hari puasa di bulan Harom. Di bulan Syakban ada malam Nisfu Syakban Allah SWT membuka pintu langit dan 300 pintu Rahmat, Allah SWT. mengampuni dosa hambaNya kecuali; orang yang memainkan ilmu sihir, tukang ramal nasib, ahli nujum, pemadat minuman keras, pelaku zina, pemakan riba, pendurhaka kepada ibu-bapak, tukang fitnah dan pemutus hubungan keluarga.

Mereka tidak akan diampuni sampai mereka bertaubat. Di malam Nisfu Syakban Allah SWT menurunkan Al-Quran dari Lauhil Mahfuz ke Langit dunia, sebagaimana dinyatakan Allah SWT pada surah Al-Dukhon ayat 3 yang artinya; "Sesungguhnya Kami menurunkannya (AlQuran) pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya kamilah yang memberikan peringatan." Dalam kitab Tafsir Al-quranil Azhimim” dijelaskan bahwa diantara ulama ahli tafsir ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan bahwa Al-Quran (Kalamullah) secara utuh diturunkan Allah SWT dari Lauhil Mahfuz ke Langit dunia adalah pada malam yang diberkahi, malam Nisfu Syakban, sedangkan pada malam 17 Ramadan yang sering diperingati sebagai malam Nuzul Al-Quran adalah turunnya pertama kali diterima Nabi Muhammad SAW dari Malaikat Jibril as, sebanyak 5 ayat dari surat Al-Alaq di gua Hiro'.

Jadi Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur dari langit dunia tersebut kepada Nabi Muhammad SAW dibawa oleh Malaikat Jibril selama --23 tahun. Di bulan Ramadan ada malam Lailatul Qadar yang nilai beribadah di malam tersebut lebih dari 1000 bulan. Di bulan Ramadan Allah perintahkan kepada Malaikat Kiraman Katibin supaya mencatat kebaikan saja dari hambaNya yang berpuasa dan tidak mencatat keburukannya.

Seorang sahabat berkata: "Orang yang tidak mampu melakukan 8 perkara, maka lakukan 8 perkara lainnya yang setimpal pahalanya
yaitu;
1. Jika tidak mampu bangun malam (tahajjud) karena dikalahkan oleh tidur, maka di siang harinya jangan maksiat.
2. Jika tidak berpuasa sunat, maka peliharalah lisannya dari perkataan jorok, keji dan yang menyakitkan orang.
3. Jika tidak mampu berlaku seperti ulama, maka hendaklah senang berfikir.
4. Jika tidak sanggup berperang sabil, maka hendaklah berperang melawan syetan.
5. Jika tidak mampu bersedekah (harta) maka hendaklah mengajarkan ilmu (agama)nya kepada orang lain.
6. Jika tidak mampu beribadah haji, maka hendaklah aktif melakukan shalat Juma'at secara rutin.
7. Jika tidak mampu beribadah, maka hendaklah mendamaikan perselisihan diantara mereka (yang tengah bersengketa) atau tidak membangkitkan persengketaan diantara manusia.
8. Jika tidak mampu mencapai tingkatan wali (dalam beribadah dan beramal) maka berlega hatilah kepada kawannya seperti kepada diri sendiri.

CATATAN REDAKSI : edisi Jum'at (1/7) terdapat kekeliruan kutipan arti firman Allah "..... Maka Allah SWT memerintahkan kepada malaikat al Kiraman al Katibin di bulan Ramadan supaya menuliskan bagi mereka yang tidak baik dan Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu." SEHARUSNYA ".......Maka Allah SWT memerintahkan kepada malaikat al Kiraman al Katibin di bulan Ramadan supaya menuliskan bagi mereka yang baik saja dan tidak menuliskan yang tidak baik dan Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu." Terima kasih.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved