Mutiara Ramadan

Upaya Mencapai Derajat yang Tinggi

SEBAGAI manusia biasa, tentu di samping ada amal ibadah yang baik, terdapat pula hal-hal negatif. Namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah memohon

Editor: Bedjo

OLEH: DRS H SYARIFUDDIN YA'CUB MHI.

SRIPOKU.COM - SEBAGAI manusia biasa, tentu di samping ada amal ibadah yang baik, terdapat pula hal-hal negatif. Namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT.

Berita Lainnya: Mencermati Kelebihan Ummat Islam

Di bulan Ramadan ini Allah SWT berfirman ; "Barang siapa yang memohon ampun kepada kami, maka kami mengampuninya disebabkan kemuliaan bulan Ramadan. Maka Allah SWT memerintahkan kepada malaikat al Kiraman al Katibin di bulan Ramadan supaya menuliskan bagi mereka yang baik saja dan tidak menuliskan yang tidak baik dan Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu."

Di samping memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu, maka ada 10 amalan yang sanggup mengantarkan manusia ke tingkat baik dan derajat tinggi;
1. Memperbanyak sadakoh, tidak akan berkurang harta karena disedekahkan, akan tetapi dia akan bertambah, bertambah dan bertambah.
2. Memperbanyak baca Alquran, surga rindu kepada orang yang selalu membaca Alquran.
3. Bergaul dengan orang yang selalu berzikir, majlis zikir dinaungi oleh Malaikat, dan orang-orang yang berada di majeliz zikir berhak memperoleh ampunan Allah SWT.
4. Bersilaturrahim,
5. Menengok orang sakit.
6. Mengurangi bergaul dengan orang kaya yang melupakan akhirat,
7. Sering memikirkan kehidupan kelak di akhirat.
8. Mengurangi khayalan-panjang angan-angan/mengingat mati
9. Sedikit bicara (kelakar yang kurang bermanfaat), Rasulullah SAW bersabda: "Celaka bagi orang yang bicara bohong sekedar untuk membikin orang ketawa, celaka baginya celaka baginya 3 kali".
10. Tawadlu'-hidup sederhana, belas kasihan kepada anak yatim.

Rasulullah SAW menyatakan; "Akan datang atas umatku suatu zaman mereka mencintai yang lima dan melupakan yang lima;
1.Mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat;
2. Mereka mencintai ciptaan Allah dan melupakan Penciptanya;
3. Mereka mencintai bangunan/gedung dan melupakan kubur;
4. Mereka mencintai dosa-dosa dan melupakan bertaubat;
5. Mereka mencintai harta dan melupakan hisab. Selanjutnya kata Rasulullah SAW: "Kelak kalian ini menjadi rebutan musuh-musuh kalian (orang-orang non-Islam), sahabat bertanya: Apakah ketika itu jumlah kami sedikit ya Rasul?"

Jawab Rasulullah SAW, "Tidak, jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian mudah terombang-ambing seperti buih di lautan. Kalian dikelilingi oleh musuh-musuh kalian laksana orang-orang lapar mengerumini hidangan yang lezat. Rasa takut pada musuh-musuh kalian sudah dicabut, justru rasa takut tersebut ada pada kalian, yaitu ; hubbud duniya wakarahiatul maut,--Artinya: "Terlalu cinta dunia dan takut mati."

Penyakit terlalu cinta dunia sangat berbahaya, dia akan kehilangan pertimbangan yang bijak dan adil.

Mekanismenya adalah : Jumudul 'aini min qoswatil qolb, wa qoswatul qolbi min katsrotizzunub, wakatsrotuzzunub min tuulil amal, wa tuulul amal min hubbid dunya, wahubbud dunya ra’su min kulli khoti'ah, artinya; Mata yang jumud (tidak mudah meneteskan air mata tidak mudah tersentuh melihat kesusahan orang lain) karena keras hati, keras hati disebabkan banyaknya dosa, banyak dosa karena terlalu panjang angan-angan, panjang angan-angan karena terlalu cinta dunia, dan terlalu cinta dunia, pangkal dari segala dosa. Semoga dengan berpuasa, Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga kita terhindar dari penyakit yang membahayakan iman kita. Aamiin.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved