Pelajar SMA Diajak Lomba Membuat Video Pendek

Adapun tujuan diadakan lomba video pendek ini kalau sekolah untuk melindungi diri dari paham-paham ini.

Pelajar SMA Diajak Lomba Membuat Video Pendek
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Periansya, Sekretaris FKPT. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sekretaris FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme) Sumsel, Periansya mengajak pelajar SMA/sederajat untuk lomba membuat video pendek.

Menurutnya kegiatan ini diselenggarakan BNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) mengadakan lomba video pendek dengan tema "kita boleh beda" untuk tingkat SMA/sederajat.

"Penutupan tanggal 30 April 2016. Lomba ini dengan durasi 3-5 menit. Peserta dengan menyertakan biodata diri. Sub tittle bahasa Indonesia. Apabila ada menggunakan bukan bahasa Indonesia hendaknya disertakan Sub tittle bahasa Indonesia. Karya orisinil dan tidak melanggar ketentuan," kata Periansya.

Video pendek tersebut nantinya diunggah ke situs youtube. Contoh video pendek BNPT-Nama Sekolah. Atau sub copy dikirim ke lomba film BNPT@gmail.com disertai dengan biodata dan kartu identitas peserta.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme) Sumsel Jl Depaten Lama.

"Untuk pemenang tingkat Provinsi berhadiah Rp 5 juta dan Nasional Rp 15 juta. Contohnta, Kamu wong Padang. Aku wong Palembang. Adat istiadat beda. Tapi tidak menyerang satu sama lain. Atau yang satu beragama Islam dan satu lagi beragama Kristen. Ada pesantren yang pakai kitab kuning dan ada yang tidak," terangnya.

Adapun tujuan diadakan lomba video pendek ini kalau sekolah untuk melindungi diri dari paham-paham ini.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melibatkan masyarakat pendidikan menengah dalam mencegah penyebaran pemikiran-pemikiran radikal terorisme di wilayahnya dengan mengadakan lomba pembuatan video pendek bagi pelajar pendidikan menengah dan dialog video tentang pencegahan paham radikalisme.

Untuk Lomba Pembuatan Video Pendek ini diadakan dengan tema-tema yang bertujuan untuk memperkuat kedamaian di lingkungan masyarakat. Terlibatnya masyarakat pendidikan menengah khususnya para pelajarnya, diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya untuk menjaga kedamaian.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved