Sering Muncul di Tengah Jalan, Beruang Cemaskan Pengendara Jalur Lahat-Pagaralam

Beruang muncul dengan tiba-tiba dari hutan yang ada di sisi jalan.

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Sudarwan

"Waktu itu nak ke Lahat. Tibo tibo liat beruang. Karena takut kembali lagi. Takutnya beruangnya belum lari mala sengaja mengintai," ujarnya.

Sementara itu, Arfan (45) warga desa Tinggi Hari mengaku di sekitar kawasan tersebut masih banyak dihuni oleh binatang buas.

Namun sampai sejauh ini keberadaan binatang yang dilindungi oleh negara ini tidak mengganggu.

“Ya di sini kan wilayah perbukitan dan hutannya masih cukup luas. Bisa saja beruangnya melintas mungkin mau pindah tempat atau hutan. Jangan kita ganggu saja,“ katanya.

Sebelumnya, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel melalui seksi konservasi wilayah II Lahat, Rahim menyatakan berdasarkan undang undang no 5 tahun 1990 siapa saja tidak dibenarkan menangkap, menyakiti terlebih lagi memperjualbelikan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga setempat untuk tidak memburu beruang tersebut.

Tak dipungkiri, keberadaan satwa yang dilindungi menjadi daya tarik bagi kolektor hewan-hewan buas untuk menjadi koleksinya.

"Sudah jelas di dalam undang undang, tidak boleh dilakukan perburuan demi melestarikan satwa tersebut," ujarnya.

Apalagi, kemunculan binatang ini tidak sampai membahayakan masyarakat.

Rahim mengaku, konflik antara manusia dengan binatang buas kerap menjadi dilema terutama bagi warga yang bersinggungan langsung dengan habitat hewan tersebut.

"Intinya mereka (binatang buas) tidak akan melakukan perlawanan kalau tidak dalam kondisi terdesak," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved